Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)

Pemilu 2019 Diyakini Tak Berdampak ke Rupiah

Ekonomi kurs rupiah
Nur Aivanni • 01 Januari 2019 10:59
Jakarta: Bank Indonesia (BI) meyakini bahwa Pemilu 2019 tidak akan berdampak terhadap dinamika nilai tukar rupiah. Hal itu berkaca pada pengalaman di tahun-tahun sebelumnya.
 
"Kami meyakini, seperti di tahun-tahun sebelumnya, proses pemilu tidak akan berdampak terhadap dinamika kurs rupiah," kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia Nanang Hendarsah kepada Media Indonesia, di Jakarta, Selasa, 1 Januari 2019.
 
Hal itu karena sudah sejak lama pasar keuangan di Indonesia sudah lebih matang, sehingga dapat memisahkan (decoupling) antara perkembangan ekonomi dan peristiwa politik.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bahkan proses pemilu pada umumnya akan meningkatkan kegiatan konsumsi karena sebagai dampak (trickle down effect) dari belanja konsumsi yang meningkat terkait kegiatan pemilu," jelasnya.
 
Nanang mengakui bahwa tantangan untuk menjaga stabilitas di 2018 sangat berat. Rupiah menuju akhir 2018, sambungnya, bergerak menguat dan ditutup di angka Rp14.380 per USD atau melemah 5,7 persen secara year to date 2018.
 
Hal itu dapat dilalui dengan adanya koordinasi yang terjalin sangat baik antara Bank Indonesia dengan berbagai pihak. "Memasuki 2019 risiko global yang dihadapi tetap menantang meski tidak seberat 2018 lalu," katanya.
 
Ia pun memprediksi rupiah akan menunjukkan penguatan di awal 2019. Hal itu mengingat kondisi global, khususnya kejelasan penyelesaian sengketa dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.
 
"Serta arah kebijakan moneter The Fed yang lebih melunak (dovish) karena risiko perlambatan ekonomi global yang semakin tinggi, seharusnya ruang bagi penguatan rupiah masih besar," pungkasnya.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif