Sentimen Global Diperkirakan Hantam Indeks Saham Indonesia

Angga Bratadharma 24 Oktober 2018 11:29 WIB
ihsg
Sentimen Global Diperkirakan Hantam Indeks Saham Indonesia
Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)
Jakarta: Bursa saham Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan terakhirnya setelah saham-saham sektor industri melaporkan kinerja di bawah estimasi. Saham Caterpillar turun 7,6 persen setelah mempertahankan proyeksi labanya untuk 2018.

Sementara itu, Samuel Research Team mengungkapkan, saham 3M Co tergelincir 4,4 persen setelah memangkas prospek laba setahun penuh seiring tantangan terkait mata uang asing. Hal ini menghidupkan kembali kekhawatiran atas dampak meningkatnya biaya pinjaman, upah dan tarif.

Di sisi lain, kekhawatiran seputar pemilu paruh waktu yang akan berlangsung di Amerika Serikat dan penolakan anggaran Italia menjadi fokus investor. Kesemuanya diharapkan berjalan baik dan nantinya berdampak positif terhadap gerak pasar saham.

"Kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah dengan dana asing mencatatkan jual bersih di pasar regular Rp77, 8 miliar. Hari ini IHSG berpeluang melanjutkan pelemahan karena tertekan oleh sentimen global," sebut Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu, 24 Oktober 2018.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun 125,98 poin atau 0,5 persen menjadi ditutup di 25.191,43 poin, S&P 500 kehilangan 15,19 poin atau 0,55 persen menjadi berakhir di 2.740,69 poin, dan Komposit Nasdaq ditutup turun 31,09 poin atau 0,42 persen menjadi 7.437,54 poin.

Saham Caterpillar jatuh 7,6 persen setelah produsen alat berat itu mempertahankan prediksi labanya untuk 2018, menyusul kenaikan proyeksinya dalam dua kuartal sebelumnya. Saham 3M Co tergelincir 4,4 persen setelah memangkas prospek laba setahun penuh karena tantangan-tantangan terkait mata uang asing.

Itu menghidupkan kembali kekhawatiran atas dampak meningkatnya biaya pinjaman, upah dan tarif atas laba perusahaan dan menyebabkan saham industrial S&P turun 1,6 persen. Seiring dengan kekhawatiran atas pertumbuhan laba, kekhawatiran atas pemilu sela atau paruh waktu AS dan anggaran Italia juga telah membuat para investor berebut keluar dari pasar saham.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id