Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Sigid Kurniawan)
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Sigid Kurniawan)

Mencermati Tiga Sektor Saham di Tahun Politik 2018

Ekonomi ihsg saham
Dian Ihsan Siregar • 27 Desember 2017 10:30
Jakarta: Tahun politik dinilai akan memberikan dampak yang besar bagi ekonomi Indonesia. Namun demikian momen pilkada serentak 2018 dan pemilu 2019 diyakini akan berdampak positif bagi ekonomi Tanah Air.
 
Analis Recapital Sekuritas Kiswoyo Adi Joe menilai momentum ini akan menjadi pergerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang tahun depan. Salah satunya yang akan menikmati keuntungan tersebut datang dari saham di sektor konsumsi dan media.
 
"Karena ada banyak kegia‎tan yang luar biasa, besar biayanya, mulai dari pencetakan poster, spanduk, umbul-umbul, kos seragam, dan belum lagi bagi sembako dan kegiatan lainnya. Karena itu uang akan banyak berputar di masyarakat bawah. Efek positifnya pada bursa saham Indonesia. Ada saham sektor konsum‎si dan media yang akan terkena dampak positif secara langsung," kata Kiswoyo, kepada Medcom.id, Rabu, 27 Desember 2017.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan saham perbankan sebagai penyokong kegiatan ekonomi, tutur Kiswoyo, juga akan terkena dampak tidak langsung. "Pilkada dan pemilu juga berdampak ke saham perbankan di tahun depan," jelas Kiswoyo.
 
Kiswoyo menyebutkan saham sektor konsumsi yang menarik ‎bagi pelaku pasar yakni PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI). Adapun saham media yang menarik dicermati terdiri dari PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA).
 
"Untuk saham perbankan yang kami lihat masih menarik di tahun depan, yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)," tambah dia.
 
Dia melanjutkan ada beberapa peluang harga saham untuk naik di semester I-2018, akan lebih tinggi bila dibandingkan dengan semester II-2018. Hal ini karena situasi pilkada yang dekat dengan pilpres akan membuat pilkada kali ini juga memiliki aroma pilpres.
 
"Sehingga kami menyarankan untuk membeli saham-saham di semester I dan menjualnya ketika harganya sudah naik cukup tinggi sebelum semester II-2018‎," pungkas Kiswoyo.
 

 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif