Dirut BTN Didaulat jadi CEO Terbaik BUMN

Ade Hapsari Lestarini 13 Agustus 2018 15:12 WIB
btn
Dirut BTN Didaulat jadi CEO Terbaik BUMN
Direktur Utama BTN Maryono. (FOTO: dok BTN)
 Jakarta: Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Maryono didaulat menjadi CEO Terbaik untuk BUMN dengan status perusahaan terbuka dalam ajang bergengsi "Anugerah BUMN Award 2018".

Maryono mengatakan penghargaan ini melengkapi dua penghargaan yang diperoleh BTN pada event yang sama yaitu The Best GCG atau Tata Kelola Perusahaan Terbaik BUMN Terbuka dan sebagai BUMN Terbuka dengan Talenta Terbaik.

"Tiga penghargaan yang diraih sekaligus ini mengapresiasi kontribusi BTN sebagai BUMN yang telah menunjukkan kinerja unggul serta mampu berdaya saing di tingkat nasional dan global," katanya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin, 13 Agustus 2018.

Adapun kriteria penilaian Anugerah BUMN 2018 terfokus pada kinerja usaha, kinerja keuangan, kinerja kepemimpinan, dan tata kelola perusahaan sepanjang 2017. Selain kinerja korporasi, dipilih pula pemenang CEO terbaik dari BUMN dan anak usaha BUMN. Proses penjurian berlangsung tiga tahap, berupa seleksi kuesioner, presentasi pendalaman materi kuesioner di hadapan Dewan Juri serta wawancara CEO.

Kepemimpinan Maryono di BTN dinilai telah berhasil baik dengan hasil yang telah dicapai perseroan melalui kinerja keuangan. Secara umum hasil yang diraih BTN sepanjang 2017, di mana salah satunya harga saham meningkat 115 persen, paling tinggi diantara bank BUMN dengan status perseroan terbuka.

"Di samping itu kinerja BTN secara umum juga mengalami pertumbuhan yang luar biasa berada diatas rata-rata industri nasional. Ini adalah bukti bahwa implementasi yang kami lakukan sudah benar dan targetnya tercapai," ujar Maryono.

Tangan dingin Maryono sebagai bankir handal semakin terasa, ketika BTN berhasil menorehkan kinerja cemerlang ditengah perlambatan ekonomi yang terjadi di Indonesia. Sentimen negatif dengan naiknya suku bunga The Fed telah berdampak pada hampir seluruh bisnis di dalam negeri. Namun demikian BTN tetap mencatatkan kinerja perseroan yang sangat baik dan sehat.

Prestasi kemudian yang tidak dapat dilepaskan dari Maryono adalah sebagai CEO bank khusus perumahan, Maryono juga sigap dalam mengemban amanah dari pemerintah untuk melaksanakan program pembiayaan sejuta rumah. Program yang dicanangkan Presiden Jokowi di Ungaran, Jawa Tengah pada April 2015 lalu sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat berpenghasilan rendah.

"Sekarang dengan program satu juta rumah tersebut, untuk mendapatkan rumah bagi masyarakat sudah dapat dilayani dengan cepat, mudah dan murah," kata Maryono.

Berdasarkan kinerja hingga semester I 2018 emiten Bursa Efek Indonesia berkode saham BBTN ini memimpin pasar dengan tingkat pertumbuhan di atas industri perbankan nasional baik dari segi Aset, kredit dan Dana Pihak Ketika (DPK).

Hingga 30 Juni 2018 BTN membukukan pertumbuhan aset sebesar 19,63 persen dari Rp224,067 triliun menjadi Rp268,044 triliun. Kemudian Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat Rp189,627 triliun atau naik 19,17 persen dari Rp159,125 triliun. Sedangkan kredit tumbuh 19,14 persen menjadi Rp211,353 triliun dari periode sama tahun lalu sebesar Rp177,401 triliun.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id