Rupiah Mulai Perkasa ke Rp15.213/USD

Angga Bratadharma 10 Oktober 2018 08:42 WIB
kurs rupiah
Rupiah Mulai Perkasa ke Rp15.213/USD
Ilustrasi (AFP PHOTO/Bay ISMOYO)
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu pagi terlihat menguat tipis dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp15.237 per USD. USD turun dari level tertinggi tujuh pekan terhadap sejumlah mata uang akibat penurunan imbal hasil obligasi AS.

Mengutip Bloomberg, Rabu, 10 Oktober 2018, perdagangan pagi dibuka melonjak ke Rp15.213 per USD. Sedangkan day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp15.202 hingga Rp15.216 per USD dengan year to date return di 12,42 persen. Sementara itu, menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.990 per USD.

Di sisi lain, indeks yang melacak USD terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,11 persen menjadi 95,651. Para investor membuang obligasi AS pekan lalu di tengah kekhawatiran bahwa inflasi domestik mungkin meningkat, mendorong Federal Reserve AS untuk mempercepat laju kenaikan suku bunganya.

Pada Selasa, imbal hasil obligasi 10 tahun AS yang dijadikan sebagai acuan, naik ke tertinggi tujuh tahun di 3,261 persen sebelum mundur kembali menjadi 3,2101 persen karena harga ekuitas yang lebih lemah dan kekhawatiran tentang pertumbuhan global.



Euro dibantu oleh laporan Dow Jones bahwa kesepakatan tentang persyaratan bagi Inggris untuk meninggalkan blok ekonomi dapat dicapai secepatnya Senin 15 Oktober. Mata uang tunggal telah melemah sebelumnya karena kekhawatiran tentang ketegangan antara Uni Eropa dan Italia atas anggaran negara itu.

Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average turun 56,21 poin atau 0,21 persen menjadi berakhir di 26.430,57 poin, dan Indeks S&P 500 turun 4,09 poin atau 0,14 persen, menjadi ditutup di 2.880,34 poin. Sedangkan, Indeks Komposit Nasdaq meningkat 2,07 poin atau 0,03 persen, menjadi berakhir di 7.738,02 poin.

Tingkat pengangguran menurun menjadi 3,7 persen pada September, dan total lapangan kerja non-pertanian meningkat sebesar 134 ribu pekerjaan, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan. Pada September, rata-rata penghasilan per jam untuk semua karyawan pada penggajian non-pertanian swasta meningkat 8 sen AS menjadi USD27,24.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id