Rupiah Pagi Bergerak Negatif ke Rp13.928/USD
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu pagi terlihat bergerak melemah dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp13.893 per USD. Minimnya sentimen positif yang datang pagi ini membuat rupiah nyaris terhempas ke level Rp14.000 per USD.

Mengutip Bloomberg, Rabu, 2 Mei 2018, nilai tukar rupiah perdagangan pagi dibuka melemah ke Rp13.928 per USD. Day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp13.928 hingga Rp13.931 per USD dengan year to date return di minus 2,64 persen. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.718 per USD.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average turun 64,10 poin atau 0,27 persen, menjadi berakhir di 24.099,05 poin. Indeks S&P 500 naik 6,75 poin atau 0,25 persen, menjadi ditutup pada 2.654,80 poin. Indeks komposit Nasdaq berakhir meningkat 64,44 poin atau 0,91 persen, menjadi 7.130,70 poin.



Di sisi pelaporan laba perusahaan, laba kuartal pertama diperkirakan meningkat sebanyak 24,6 persen secara tahun ke tahun, menurut perkiraan terbaru Thomson Reuters. Dari 274 perusahaan komponen S&P 500 yang telah melaporkan perolehan labanya hingga saat ini, sebanyak 79,2 persen telah melaporkan laba di atas ekspektasi para analis.

Baca: Penguatan USD Tekan Harga Emas Dunia

Ini di atas rata-rata jangka panjang 64 persen dan di atas rata-rata empat kuartal sebelumnya 72 persen, perkiraan itu mengatakan. Perkiraan pertumbuhan pendapatan gabungan kuartal pertama adalah 8,1 persen. Sekitar 73,6 persen perusahaan telah melaporkan pendapatan di atas ekspektasi para analis, menurut perkiraan.

Baca: Indeks Diperkirakan Berusaha Lanjutkan Kenaikan ke 6.123

Sebelum bel pembukaan pada Selasa, perusahaan biofarmasi Pfizer melaporkan pendapatan kuartal pertama yang gagal memenuhi perkiraan para analis, tetapi keuntungannya melampaui ekspektasi Wall Street. Saham perusahaan turun 3,31 persen menjadi ditutup pada USD35,4 per saham.

Baca: Harga Minyak Dunia Bergerak Turun

Di bidang ekonomi, Indeks Pembelian Manajer (PMI) Manufaktur AS akhir disesuaikan secara musiman dari IHS Markit tercatat 56,5 pada April, naik dari 55,6 pada Maret dan menunjukkan pertumbuhan manufaktur terkuat selama lebih dari tiga setengah tahun terakhir.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id