Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)
Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)

Rupiah Pamer Kekuatan Atas Dolar AS

Ekonomi kurs rupiah
Angga Bratadharma • 23 Agustus 2019 09:01
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Jumat pagi terpantau menguat tipis dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp14.244 per USD. Mata uang Garuda mampu meredam keperkasaan mata uang Paman Sam usai mendapat katalis positif dari turunnya suku bunga acuan oleh Bank Indonesia.
 
Mengutip Bloomberg, Jumat, 23 Agustus 2019, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menanjak ke Rp14.240 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.240 hingga Rp14.245 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.037 per USD.
 
Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat tumbang pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), di tengah rebound poundsterling Inggris. hal itu terjadi karena Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan keberangkatan Inggris yang telah dinegosiasikan dari Uni Eropa masih memungkinkan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,13 persen menjadi 98,1781 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro tidak berubah USD1,1085 dari USD1,1085 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2257 dari USD1,2123 AS pada sesi sebelumnya.
 
Sedangkan dolar Australia turun menjadi USD0,6757 dibandingkan dengan USD0,6781. Dolar AS membeli 106,41 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 106,60 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9836 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9824 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3299 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3291 dolar Kanada.
 
Dalam kunjungannya, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson melakukan pembicaraan tentang Brexit dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Kamis sore di Paris. "Kita harus meninggalkan Uni Eropa pada 31 Oktober, ada kesepakatan atau tidak," kata Johnson kepada pers sebelum perundingan.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), karena investor memantau dengan cermat simposium ekonomi tahunan Federal Reserve di Jackson Hole, Wyoming. Di sisi lain, perang dagang yang sedang terjadi masih memberikan beban terhadap gerak pasar saham.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 49,51 poin atau 0,19 persen menjadi 26.252,24. Sedangkan S&P 500 turun 1,48 poin atau 0,05 persen menjadi 2.922,95. Kemudian indeks Komposit Nasdaq turun sebanyak 28,82 poin atau 0,36 persen menjadi 7.991,39.
 
Pasar saham berharap bahwa Ketua Federal Reserve Jerome Powell akan mengklarifikasi sikap bank sentral AS mengenai penurunan suku bunga dan mengonfirmasi ekspektasi kebijakan moneter yang lebih akomodatif dalam simposium. Adapun Powell dijadwalkan menyampaikan pidato pada Jumat waktu setempat.
 
The Fed memotong suku bunga 25 basis poin pada akhir Juli untuk pertama kalinya sejak krisis keuangan 2008. Sementara mengutip ketidakpastian ekonomi dan perdagangan, Powell menekankan pada konferensi pers setelah pertemuan bulan lalu penurunan suku bunga hanya penyesuaian siklus tengah daripada awal serangkaian kebijakan yang lebih akomodatif.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif