Ilustrasi. (FOTO: Media Indonesia)
Ilustrasi. (FOTO: Media Indonesia)

IHSG Tertekan, Rupiah Bergerak Dua Arah di Akhir Pekan

Ekonomi ihsg rupiah kurs rupiah bei pasar modal
Desi Angriani • 22 Februari 2019 17:42
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada penutupan perdagangan di akhir pekan. Sebaliknya, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak dua arah.
 
Tercatat, IHSG turun 36,38 poin atau 0,55 persen ke 6.501 pada Jumat sore 22 Februari 2019. Volume perdagangan mencapai Rp10,07 triliun dari 16,3 miliar lembar saham diperdagangkan. Sementara 171 saham menguat, 219 saham melemah, dan 142 saham stagnan.
 
Mengutip Bloomberg pada Jumat sore 22 Februari 2019, rupiah pada perdagangan spot exchange ditutup menguat 13,0 poin atau 0,09 persen ke level Rp14.057 per USD. Berdasarkan day range rupiah berada di kisaran Rp14.052 per USD - Rp14.085 per USD.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun pada awal pembukaan nilai tukar rupiah masih bergerak melemah 6 poin menjadi Rp14.077 per USD dibanding posisi sebelumnya Rp14.071 per USD.
 
Sementara itu, data Yahoo Finance menunjukkan nilai tukar rupiah melemah tipis 4 poin atau 0,0 2 persen ke level Rp14.055 per USD. Dalam pantauan Yahoo Finance, rupiah bergerak di kisaran Rp14.047 per USD – Rp14.080 per USD.
 
Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.079 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.057 per dolar AS.
 
Analis pasar uang sebelumnya memperkirakan nilai tukar (kurs) rupiah akhir pekan melemah seiring ditahannya suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (7DRRR) oleh Bank Indonesia.
 
"BI telah menaikkan kebijakan suku bunganya sejak Mei 2018 lalu mencapai 175 bps dari 4,25 persen menjadi 6 persen. Kendati demikian kenaikan tersebut belum direspons oleh perbankan dengan menaikkan suku bunga kreditnya secara signifikan," kata Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih di Jakarta, Jumat 22 Februari 2018.
 
Untuk suku bunga kredit modal kerja, lanjut Lana, naik tipis 0,08 persen sejak Mei hingga Desember 2018, bahkan untuk suku bunga kredit konsumsi turun 0,67 persen, dan suku bunga investasi turun 0,19 persen. Dengan kondisi tersebut, kemungkinan BI bisa mempertahankan suku bunganya di 6 persen hingga akhir 2019.
 
"Turunnya suku bunga ini indikasi fokus perbankan yang cenderung memperbesar kredit konsumsi," katanya.
 
Pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI kemarin, bank sentral memutuskan suku bunga acuan BI-7DRR tetap di level 6 persen. Begitupun untuk suku bunga Deposit Facility tetap 5,25 persen dan suku bunga Lending Facility tetap 6,75 persen.
 
Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan upaya penguatan stabilitas eksternal khususnya untuk mengendalikan defisit transaksi berjalan dalam batas yang aman dan mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik.
 

(Des)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi