Kuartal III-2018

Rugi Garuda Indonesia Capai USD114,8 Juta

Annisa ayu artanti 05 November 2018 14:51 WIB
garuda indonesia
Rugi Garuda Indonesia Capai USD114,8 Juta
Pesawat Garuda Indonesia. MI/Amiruddin Abdullah.
Jakarta: PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) mencetak penurunan angka kerugian selama sembilan bulan di 2018 sebesar 48 persen.

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 5 November 2018, kerugian pada sembilan bulan di 2018 hanya USD114,08 juta atau turun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD222,04 juta.

Ditekannya rugi perusahaan maskapai pelat merah tersebut didorong oleh pendapatan usaha yang lebih tinggi dibandingkan capaian sebelumnya. Pendapatan usaha perusahaan meningkat 3,42 persen dari USD3,219 miliar dari sebelumnya hanya USD3,111 miliar.

Adapun rincian pendapatan usaha tersebut adalah pendapatan dari penerbangan berjadwal sebesar USD2,56 miliar, pendapatan usaha dari penerbangan tidak berjadwal USD254,75 miliar, serta pendapatan lainnya USD397,96 juta.

Garuda Indonesia juga meraup keuntungan atas selisih kurs USD52,35 juta atau meningkat 226 persen dari tahun lalu sebesar USD16,04 juta.

Sementara untuk beban usaha, perusahaan berkode GIAA mencatat beban operasional mengalami peningkatan 8,6 persen menjadi USD2,02 miliar dari sebelumnya USD1,86 miliar.  

Beban pemeliharaan dan perbaikan juga naik menjadi USD345,2 juta sebelumnya USD330,8 juta. Sehingga total beban usaha persen hingga akhir September menjadi USD3,35 milliar dari sebelumnya USD3,24 miliar.

Tingginya beban itu masih menyebabkan perusahaan masih mencatat rugi usaha USD70,82 juta. Kerugian usaha ini menurun 35,16 persen ketimbang tahun lalu sebesar USD109,22 juta. Sementara itu, total aset GIAA mencatat USD4,11 miliar per September 2018, naik 9,3 persen dari USD3,76 miliar per Desember 2017.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id