IHSG Menanti Capres-Cawapres 2019
Ilustrasi (MI/RAMDANI)
Jakarta: Nasdaq kembali menguat didorong oleh kinerja Facebook dan Amazon yang membukukan penguatan dalam delapan hari berturut-turut. Namun indeks Dow Jones dan S&P500 sedikit melemah, imbas dari aksi balasan Tiongkok dengan mengenakan tarif impor sebesar 25 persen untuk barang –barang dari Amerika Serikat (AS) dengan total nilai USD16 miliar.

Samuel Research Team mengungkapkan aksi itu termasuk bensin, barang daur ulang, dan kabel fiber optic. Aksi ini untuk menanggapi rencana AS yang akan kembali mengenakan tarif impor untuk barang-barang Tiongkok senilai USD16 miliar di akhir bulan ini. Selain itu, pasar mempelajari apa rencana the Fed di pertemuan selanjutnya.

"Dari pasar komoditas dunia, harga minyak melemah ke USD71,8 per barel dibayangi oleh kekhawatiran penurunan permintaan akibat perang dagang yang berlanjut," sebut Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 10 Agustus 2018.

Sementara itu, Samuel Research Team menambahkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melemah, imbas dari sentimen negatif rencana Tiongkok mengenakan tarif impor kepada barang-barang AS. Berita lain yang akan disimak investor adalah pendaftaran capres dan cawapres Indonesia untuk pemilu 2019 yang akan ditutup hari ini.

"Pasar EIDO melemah, sedangkan nilai tukar rupiah ditransaksikan melemah ke level Rp14.440 per USD," ungkap Samuel Research Team.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun 74,52 poin atau 0,29 persen menjadi ditutup di 25.509,23 poin. Indeks S&P 500 berkurang 4,12 poin atau 0,14 persen menjadi berakhir di 2.853,58 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup meningkat 3,46 poin atau 0,04 persen menjadi 7.891,78 poin.

Sementara itu, jumlah orang Amerika Serikat yang mengajukan tunjangan pengangguran secara tak terduga turun pekan lalu dan menunjukkan bahwa ekonomi yang kuat sedang membantu pasar tenaga kerja.

Dalam pekan yang berakhir 4 Agustus, angka pendahuluan untuk klaim awal pengangguran yang disesuaikan secara musiman mencapai 213 ribu, turun 6.000 dari tingkat direvisi pekan sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan. Tingkat minggu sebelumnya direvisi naik 1.000 dari 218 ribu menjadi 219 ribu.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id