Ketahanan Penguatan Rupiah Kembali Diuji
Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) ‎masih rentan kembali melemah karena masih minimnya sentimen positif di dalam negeri.

‎Analis PT Binaartha Parama Sekuritas Reza Priyambada menganalisa rupiah masih berpotensi melemah, sehingga sentimen dalam negeri diharapkan lebih positif untuk menarik minat pelaku pasar terhadap rupiah. Dengan demikian pelemahan rupiah dapat tertahan dengan baik.

"Rupiah sempat menguat, tapi kenaikan itu perlu diuji ketahanannya untuk dapat melanjutkan kenaikan. Maka dari itu, potensi penurunan masih ada lagi di akhir pekan ini," ucap Reza, dalam keterangan risetnya, Jumat, 4 Mei 2018.

Reza memproyeksikan rupiah akan bergerak di kisaran support Rp13.944 per USD, sedangkan posisi resisten akan berada di Rp13.929 per USD.

"Tetap waspadai setiap sentimen yang ada, yang bisa membuat rupiah balik ke zona merah," jelas Reza.

Reza menyatakan, gerak rupiah sempat bergejolak mendekati level Rp14 ribu per USD sebelum ditutup lebih rendah dari sehari sebelumnya. Pada pasar valas global, gerak USD terimbangi oleh kenaikan euro yang mengambil manfaat dari kondisi tetapnya suku bunga The Fed, sehingga berimbas pada tertahannya kenaikan USD.

Akan tetapi, tutur Reza, kondisi dari dalam negeri yang minim sentimen positif membuat pelaku pasar masih lebih memilih memegang USD. Akibatnya, rupiah masih terbenam dalam zona merah.

Bahkan, sambung Reza, pandangan Bank Indonesia (BI) terkait kenaikan permintaan barang menjelang dan saat Ramadan pada pertengahan Mei ini, tidak akan signifikan mengerek kenaikan harga (inflasi). "Itu juga tidak cukup kuat mengangkat rupiah secara signifikan," pungkas Reza.



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360