BEI: Pasar Saham Shock Respons Defisit Neraca Perdagangan

Annisa ayu artanti 19 September 2018 12:51 WIB
ihsgneraca perdagangan indonesia
BEI: Pasar Saham <i>Shock</i> Respons Defisit Neraca Perdagangan
Karyawan memantau monitor index saham di Bursa Efek Indonesia. Foto: MI/Adam Dwi Putra.
Jakarta: Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kian tertekan di zona merah dalam beberapa hari terakhir. Kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi, melemahnya saham lantaran respons data neraca perdagangan yang defisit.

"Itu kan shock karena neraca perdagangan defisit," kata Inarno di Gedung BEI, Jakarta, Rabu, 19 September 2018.

Namun demikian, melemahnya IHSG masih dalam kondisi wajar. Bahkan saat ini, gerak IHSG cenderung berbalik menuju penguatan. 

"Hari berikutnya kan sudah reborn lagi karena orang menyadari defisitnya semakin kecil, tidak seperti yang Juli. Tapi next month lebih bagus, mungkin positif. Kita ekspektasinya itu lah," ujar Inarno.

Baca juga: IHSG Balik Arah

Menurutnya, IHSG masih aman jika faktor-faktor eksternal tidak bergejolak signifikan. "Aman sepanjang eksternalnya enggak bergejolak," pungkas dia.

Sebelumnya, pergerakan IHSG pada pembukaan perdagangan Rabu, 19 September 2018 pagi, berbalik arah ke zona hijau setelah didera pelemahan beberapa hari terakhir.

Baca juga: Neraca Perdagangan Masih Defisit USD1,02 Miliar

Pantauan Medcom.id, IHSG rebound 42,329 poin atau setara 0,728 persen ke posisi 5.854. IHSG pada bel pembukaan perdagangan sempat menguat ke level 5.835.





(HUS)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id