Ilustrasi. (FOTO: MI/Tri Handiyatno)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Tri Handiyatno)

Rupiah Kembali di Bawah Rp14.100/USD

Ekonomi kurs rupiah
Ade Hapsari Lestarini • 15 Januari 2019 10:56
Jakarta: Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka sedikit menguat, Kendati demikian, gerak rupiah masih terpantau di bawah Rp14.100 per USD.
 
Bloomberg, Selasa, 15 Januari 2019, mencatat rupiah dibuka menguat ke level Rp14.095 per USD dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di Rp14.124 per USD.
 
Mata uang rupiah melemah hingga mencapai level 42 poin atau setara 0,30 persen ke posisi Rp14.082 per USD. Rentang gerak rupiah berada di level Rp14.075-14.096 per USD. Sementara itu year to date return (ytd) tercatat sebesar -2,14 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah diperdagangkan melemah di level Rp14.083 per USD, yang mencapai 37 poin atau setara 0,26 persen. Rupiah sempat dibuka ke level Rp14.080 per USD.
 
Senior Analyst CSA Research Institute Reza Priyambada sebelumnya mengatakan outlook USD yang diprediksi melemah akibat The Fed melunak terhadap kenaikan suku bunganya meleset. USD kembali menunjukkan penguatan dengan banyaknya permintaan.
 
"Meningkatnya permintaan akan USD maka akan membuat pelemahan rupiah berpeluang kembali berlanjut," kata Reza dalam riset hariannya, Selasa, 15 Januari 2019.
 
Reza menaksir pergerakan mata uang Garuda ini akan berada di kisaran Rp14.112 sampai Rp14.128 per USD. "Adanya pelemahan rupiah ini membuat tren penguatan di Januari menjadi tertahan," sebut dia.
 
Selain itu, Reza juga menjelaskan, pada perdagangan kemarin laju rupiah menunjukan pelemahan karena imbasnya pelemahan yuan Tiongkok (CNY). Mata uang negeri Tirai Bambu itu melemah merespons penurunan data ekspor impor Tiongkok.
 
Di sisi lain gerak Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau menguat 19,404 poin atau setara 0,306 persen ke posisi 6.355.
 
Volume perdagangan saham tercatat sebanyak 5,4 miliar senilai Rp3,1 triliun. Sebanyak 197 saham menguat, 139 saham melemah, 148 saham stagnan, dan terjadi 244.915 kali frekuensi.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif