Suku Bunga Acuan BI Belum Mampu Angkat Rupiah
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) diramal berbalik arah ke area negatif meski Bank Indonesia (BI) memutuskan tidak mengubah suku bunga acuan. Adapun gerak rupiah hari ini dinilai bergerak pada rentang Rp15.178 sampai Rp15.191 per USD.

Senior Analyst CSA Research Institute Reza Priyambada mengungkapkan posisi pergerakan rupiah yang kembali berbalik melemah ini membuka peluang pelemahan lanjutan terutama jika tidak didukung oleh sentimen positif yang ada.

"Tetapnya suku bunga acuan Bank Indonesia tidak cukup kuat mengangkat rupiah," kata Reza, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu, 24 Oktober 2018.

Selain itu, tambahnya, sentimen lainnya juga belum cukup mendongkrak rupiah, seperti rilis sejumlah laporan masa Pemerintahan Jokowi-JK selama empat tahun, penilaian BI yang melihat volatilitas rupiah terjaga, serta langkah BI bersama 11 bank pelaku pasar utama di pasar valas tengah mempersiapkan pelaksanaan transaksi Domestic Non Deliverable Forward (DNDF).

Untuk menguatkan posisi rupiah, Reza melanjutkan, harus ada sentimen positif dari global, terutama pada penguatan mata uang Eropa (EUR) di mana ada pembicaraan positif antara Komisi Uni Eropa dan Italia untuk membahas defisit anggaran dan laju GBP yang diharapkan terapresiasi seiring kesepakatan Brexit sehingga dapat mengurangi potensi kenaikan USD.

"Diharapkan sentimen global dapat lebih positif, terutama dengan penguatan EUR," pungkas dia.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id