Ilustrasi. Foto: Antara/Galih Pradipta.
Ilustrasi. Foto: Antara/Galih Pradipta.

IHSG Kian Tergerus di Sesi Siang

Ekonomi ihsg
Husen Miftahudin • 13 Juni 2019 12:52
Jakarta: Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga penutupan sesi pertama perdagangan siang ini terpantau terus mengalami penurunan.
 
Pantauan Medcom.id, Kamis, 13 Juni 2019, IHSG melemah 13,701 poin atau setara 0,218 persen ke posisi 6.262. Pada bel pembukaan perdagangan, IHSG sempat berada di level 6.282.
 
Volume perdagangan saham ditutup sebanyak 8,48 miliar lembar senilai Rp3,55 triliun. Sebanyak 175 saham menguat, 196 saham melemah, 110 saham stagnan, dan terjadi 245.633 kali frekuensi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu gerak indeks saham unggulan LQ45 melorot 4,45 poin atau setara 0,4 persen ke posisi 991. Sedangkan indeks JII pun mengalami pelemahan 2,63 poin atau setara 0,4 persen ke posisi 669.
 
Siang ini seluruh sektor bergerak melemah. Hanya sektor infrastruktur dan properti yang menguat, masing-masing naik 0,33 poin dan 1,40 poin.
 
Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper menjelaskan, pelemahan akibat aksi ambil untung masih akan terselamatkan oleh kondusifnya kondisi global. Ia memperkirakan indeks akan diperdagangkan pada level support 6.237-6.256 dan resistance 6.296-6.317.
 
"Pelemahan diperkirakan akan terbatas melihat kondisi global yang saat ini juga cukup kondusif," kata Dennies dalam riset hariannya, Kamis, 13 Juni 2019.
 
Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menjelaskan, pelemahan pada perdagangan kemarin lebih disebabkan oleh euforia rating utang dan risiko industri perbankan Indonesia oleh lembaga pemeringkat S&P. Akibatnya, pelemahan menjadi sinyal aksi ambil untung oleh investor jangka pendek.
 
Untuk hari ini, Lanjar melihat aksi ambil untung masih akan menghantui pergerakan indeks. Lanjar memproyeksikan IHSG akan kembali melemah dan diperdagangkan di level 6.200-6.300.
 
"Kami memproyeksikan IHSG masih akan tertekan dihantui aksi ambil untung investor," ucap Lanjar.
 

(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif