IHSG. Dok : MI.
IHSG. Dok : MI.

Usai Rilis KPU, IHSG Bertengger di Zona Hijau Seharian

Ekonomi ihsg kpu
Annisa ayu artanti • 21 Mei 2019 19:26
Jakarta: Efek pengumuman rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) langsung terasa di bursa saham dalam negeri. Pasca KPU merilis hasil rekapitulasi dini hari tadi, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertengger di zona hijau.
 
Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan, hasil rekapitulasi memberikan sentimen positif terhadap laju IHSG hari ini. Seharian ini, indeks mampu bertahan di zona hijau. Hingga akhir penutupan perdagangan indeks menguat 44,25 poin ke level 5.951,37 atau meningkat 0,75 persen.
 
"Iya kemungkinan besar karena hasil KPU," kata William kepada Medcom.id, Selasa, 21 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, William memprediksi penguatan yang terjadi hari ini hanya bersifat sementara atau jangka pendek. Bisa saja indeks terhempas lagi ke zona karena terpaan isu global, seperti perang dagang. "Sementara masih jangka pendek karena mempertimbangkan situasi di luar, apakah damai-damai saja atau tidak," jelas William.
 
Adapun mengenai sentimen dari global hari ini, Analis Pilarmas Investindo Indonesia Maximilianus Nico Demus menjelaskan sentimen datang dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyampaikan Huawei telah masuk ke dalam daftar hitam. AS menuduh Huawei membantu Beijing dalam Spionase.
 
Atas dasar itu, beberapa perusahaan mitra Huawei, mulai dari Intel Corp, Qualcomm Inc, Broadcom Inc, dan Micron Technology Inc tidak akan memasok Huawei sampai informasi lebih lanjut.
 
Pernyataan tersebut memberi efek domino kepada peluncuran jaringan 5G diseluruh dunia. Produsen chip Amerika berpotensi kehilangan pendapatan ketika tidak bisa memasok dari Huawei. Huawei pun juga akan menderita kerugian karena banyak perusahaan produsen di Amerika yang memakai komponen dari Huawei.
 
Di sisi lain dampak tersebut tidak hanya dirasakan di Amerika, Nico menyebutkan, dampak dari pernyataan tersebut juga merambat ke Eropa. Beberapa perusahan teknologi mengalami penurunan akibat berita tersebut.
 
"Hal itu tentu akan membuat tensi antara Amerika Serikat dan Tiongkok mengalami peningkatan," kata William.
 
Sementara dari sisi Tiongkok, diprediksi negara Tirai Bambu itu akan melakukan usaha terbaik untuk mempertahankan hak dan kepentingan perusahaan Tiongkok dan akan mendesak Amerika untuk tidak melangkah lebih jauh ke jalan yang salah.
 
Menurut Tiongkok, Amerika berulang kali menciptakan masalah dalam setiap diskusi yang hampir rampung, merusak momentum positif dalam negosiasi, dan mencari keuntungan yang tidak benar melalui penindasan dan pemerasan.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif