Rupiah. MI/Susanto.
Rupiah. MI/Susanto.

Kadin Berharap Rupiah Tidak di Atas Rp13.500/USD

Ekonomi rupiah menguat
Annisa ayu artanti • 03 Oktober 2017 19:14
medcom.id, Jakarta: Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) berharap rupiah kembali menguat. Sebab, pelemahan rupiah membuat postur anggaran beberapa perusahaan meleset.
 
Ketua Umum Kadin Rosan P Roeslani menyatakan gejolak rupiah memang hangat dibicarakan. Namun, pengusaha menginginkan stabilitas level rupiah tetap terjaga.
 
"Saya bicara dengan teman-teman pengusaha dan asosiasi, kalau Rp13.500 per USD jangan naik lagi lah. Walaupun melihat kecenderungannya masih akan melemah," kata Rosan dalam Rakornas Kadin di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Selasa 3 Oktober 2017.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menuturkan sebagian besar pengusaha yang masuk dalam keanggotaan Kadin sudah memiliki rencana untuk antisipasi pergerakan rupiah seperti saat ini. Ia pun menyebut, beberapa dampak yang kerap terjadi ketika rupiah melemah adalah melesetnya anggaran yang telah ditetapkan perusahaan.
 
"Tapi ada range tertentu yang sudah mereka masukan di plan mereka di budgeting mereka. Misalnya maksimum Rp13.500. Bawahnya Rp13.300. Kembali lagi bukannya membahayakan tapi ini bisa membuat mis target dari perusahaan yang sudah melakukan budgeting," jelas dia.
 
Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa pagi terlihat melemah dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp13.540 per USD. Pengumuman inflasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) belum memberikan efek positif terhadap nilai tukar rupiah.
 
Mengutip Bloomberg, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka melemah ke Rp13.574 per USD. Day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp13.571 per USD hingga Rp13.593 per USD dengan year to date return di minus 0,78 persen. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.240 per USD.
 
Menteri Kordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menuturkan, pelemahan rupiah hari ini dipicu rencana Amerika Serikat untuk menaikkan suku bunga.
 
"Memang mungkin ada kaitannya dengan AS yang mau kenaikan tingkat bunga. Itu bisa ada hubungannya dengan itu," ucap Darmin.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif