Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Rupiah Diprediksi Terimbas Penguatan Yen

Ekonomi kurs rupiah
Ade Hapsari Lestarini • 19 Februari 2019 10:14
Jakarta: Gerak mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi akan terkena imbas positif kenaikan dolar Australia dan yen Jepang.
 
"Rupiah kemungkinan menguat ke level Rp14.080 per USD-Rp14.115 per USD," tutur ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail dalam hasil risetnya, Selasa, 19 Februari 2019.
 
Indeks dolar sebelumnya melemah, sehingga rupiah diperkirakan bergerak menguat. Indeks dolar melemah ke level 96,70-96,80 terhadap hampir semua mata uang kuat utama dunia terutama euro dan dolar Australia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal tersebut didorong oleh pernyataan keyakinan investor bahwa perjanjian perdagangan akan tercapai antara AS-Tiongkok.
 
Nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi ini tetap berada di kisaran Rp14.100 per USD. Gerak rupiah pun masih terpantau melemah.
 
Mengutip Bloomberg, Selasa, 19 Februari 2019, rupiah diperdagangkan melemah ke level Rp14.114 per USD. Pada bel pembukaan, rupiah sempat berada di posisi Rp14.113 per USD atau melemah 0,05 persen yang setara tujuh poin.
 
Rentang gerak rupiah pada perdagangan pagi ini berada di level Rp14.112 per USD hingga Rp14.119 per USD.
 
Sementara itu gerak rupiah berdasarkan data Yahoo Finance berada di posisi Rp14.110 per USD. Rupiah terpantau bergerak hingga lima poin atau setara 0,03 persen.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif