Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)
Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)

Gerak IHSG Diperkirakan Tertekan Signifikan

Ekonomi ihsg
Angga Bratadharma • 14 Mei 2019 09:42
Jakarta: Tiongkok akhirnya membalas Amerika Serikat (AS) dengan mengenakan tarif 25 persen terhadap produk-produk yang diimpor dari AS senilai USD60 miliar dan akan mulai efektif 1 Juni ini. Hal ini langsung berefek negatif ke bursa saham AS. Semalam Dow turun tajam 617 poin atau setara 2,38 persen dan S&P turun 2,41 persen.
 
Sedangkan Nasdaq turun lebih tajam lagi sebesar 3,41 persen. Ini diikuti dengan penurunan surat utang Pemerintah AS 10 tahun dan 30 tahun masing-masing sebesar tiga bps ke level 2,4 persen dan 2,82 persen didorong oleh perpindahan dana ke surat utang AS jangka panjang karena meningkatnya resiko ketidakpastian global akibat perang dagang ini.
 
"Presiden Trump mengatakan akan bertemu dengan Presiden Xi Jinping Juni ini," ungkap Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Samuel Research Team menambahkan, EIDO dan EEM turut turun tajam semalam dan masing-masing melemah sebesar 3,46 persen dan 3,33 persen. Pagi ini Nikkei dibuka melemah tajam 1,9 persen dan Kospi melemah 0,7 persen. Emas naik ke level USD1.301 per ons dan minyak Brent turun ke level USD69 per barel.
 
"Sedangkan rupiah melemah 0,24 persen ke level Rp14.410 per USD. Kami memperkirakan IHSG hari ini akan mendapatkan tekanan jual yang cukup kuat mengikuti yang terjadi di pasar regional," sebut Samuel Research Team.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 617,38 poin atau 2,38 persen menjadi 25.324,99 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 69,53 poin atau 2,41 persen menjadi 2.811,87 poin. Indeks Komposit Nasdaq merosot 269,92 poin atau 3,41 persen menjadi 7.647,02 poin.
 
Tiongkok mengatakan akan mengenakan tarif lebih tinggi pada barang-barang Amerika Serikat senilai USD60 miliar meski Presiden Donald Trump memperingatkan untuk tidak membalas terhadap tarif tambahan impor barang-barang Tiongkok yang diumumkan oleh Gedung Putih. Langkah ini memicu kekhawatiran penurunan ekonomi global.
 
"Pasar menyadari bahwa ini adalah kemacetan mutlak pembicaraan (perdagangan) dan semuanya berjalan mundur. Ini bisa sangat burukAda banyak ketidakpastian. Ini akan mendorong perlambatan ekonomi lebih lanjut," kata Kepala Strategi Pasar JonesTrading Michael O'Rourke, di Greenwich, Connecticut.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif