Illustrasi. Dok : AFP.
Illustrasi. Dok : AFP.

Tiga Rencana Mitra Investindo di 2019

Ekonomi emiten
Annisa ayu artanti • 16 April 2019 15:15
Jakarta: PT Mitra Investindo Tbk (MITI) memiliki tiga rencana yang akan dilakukan untuk menopang pendapatan perusahaan pada tahun ini.
 
Pertama, perusahaan akan melakukan kerja sama operasi pengembangan pemboran atau drilling dan pengelolaan lapangan migas dengan beberapa operator lapangan migas di Sumatera.
 
Kedua, perusahaan tambang ini juga berencana melakukan pengembangan usaha hilir migas yakni melakukan investasi pembangunan dan pengoperasian gas power generation pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas di Papua Barat. Terakhir perusahaan juga akan membuka kembali usaha pertambangan granit di Jawa dan Sumatera.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Presiden Direktur Mitra Investindo Sugi Handoko mengatakan pendanaan ketiga rencana tersebut berasal dari berbagai opsi seperti kas perseroan, pendanaan pihak ketiga, dan right issue.Dia pun menjelaskan kinerja perusahaan akan lebih baik seiring dengan komitmen pemegang saham.
 
"Pemegang saham mayoritas tetap berkomitmen untuk memberikan dukungan atas usaba perseroan ke depan yang layak dan menguntungkan bagi perseroan dan dapat meningkatkan nilai tambah pemegang saham," kata Sugi di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 16 April 2019.
 
Direktur Independen Diah Pertiwi Gandhi mengatakan perusahaan telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure) sebesar USD3 juta. Dana tersebut berasal dari kas perseroan.
 
"Tahun ini semua tergantung bisnis tiga yang yang akan dilakukan. Namun fokusnya pada satu dua. Diperkirakan USD3 juta, dana dari kas perseroan," tukas Diah.
 
Sebelumnya perusahaan juga sempat kehilangan pendapatan akibat tidak diperpanjangnya kontrak entitas anak TAC IBN OIL HOLDICO dengan PT Pertamina (Persero). Perusahaan pun memastikan pada tahun ini keadaan akan jauh membaik.
 
Dalam laporan keuangan perseroan tercatat laba bersih sepanjang 2018 senilai Rp7,97 miliar. Pada tahun sebelumnya perseroan mencatatkan rugi senilai Rp23,61 miliar. Perusahaan juga mencatat penjualan sepanjang 2018 sebesar Rp34,97 miliar. Angka ini meningkat 39,41 persen dari tahun sebelumnya senilai Rp28,67 miliar.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif