Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Rupiah Bisa Kembali ke Rp13.000/USD

Ekonomi kurs rupiah
Annisa ayu artanti • 07 Januari 2019 12:28
Jakarta: Menguatnya rupiah hari ini diprediksi terus berlanjut sepanjang Januari 2019. Penguatan rupiah disebut bisa menyentuh level Rp13.000 per USD.
 
Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk David Sumual menjelaskan penguatan rupiah saat ini terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya adalah aksi rebalancing portofolio yang dilakukan investor serta perkembangan positif dari kondisi eksternal.
 
David menyebutkan faktor eksternal yang menjadi pemicu penguatan rupiah adalah pernyataan gubernur The Fed, Jerome Powell yang menyatakan The Fed tahun ini tidak akan terlalu agresif dalam mengambil keputusan kebijakan moneter.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Rupiah trennya masih menguat. Dan awal tahun biasanya ada January effect, jadi investor me-rebalancing portofolionya dan mereka kembali rich on, kembali positif terhadap aset di emerging market, termasuk rupiah," jelas David kepada Medcom.id, Senin, 7 Januari 2018.
 
Selain dua faktor tersebut, David juga menjelaskan, dimulainya negosiasi perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok juga memberi efek kepada pergerakan rupiah. Jika negosiasi dua negara dengan ekonomi terbesar tersebut berbuah baik, akan memberi imbas positif bagi rupiah.
 
Kemudian tertekannya laju USD juga menjadi katalis dalam penguatan rupiah. "Di AS sendiri masih ada tekanan dolar AS, karena masalah government shutdown, masih berlangsung dalam jangka pendek," imbuh dia.
 
Sedangkan dari dalam negeri, tambah David, capaian inflasi yang rendah sepanjang 2018 dan rilis cadangan devisa yang disinyalir akan meningkat juga membuat rupiah terus menguat.
 
"Ini berita positif juga buat rupiah, sehingga kita menjadi salah satu mata uang yang terkuat dibandingkan mata uang yang lain," kata dia.
 
Jika kondisi tersebut dipertahankan, David memprediksi rupiah bisa kembali perkasa di level Rp13 ribu per USD. Namun untuk hari ini ia menaksir level support dan resisten rupiah akan berada di Rp14.070-Rp14.150 per USD.
 
"Bisa (Rp13.000 per USD), dalam jangka pendek karena inflow-nya masih cukup kuat. Tapi kita masih perlu hati-hati karena masih ada masalah di defisit transaksi berjalan dan BI tentu akan menjaga supaya stabilitasnya tetap terjaga," tutup dia.
 
Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pagi ini dibuka menguat tajam. Rupiah bahkan selangkah menuju level Rp13 ribu per USD. Mengutip Bloomberg, Senin, 7 Januari 2019, rupiah menguat tajam hingga mencapai 177,5 poin atau setara 1,24 persen ke posisi Rp14.092 per USD.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi