Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)

Laba Adaro Energy Tumbuh 59,6%

Ekonomi adaro energy
Annisa ayu artanti • 02 Mei 2019 11:30
Jakarta: PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mencatat peningkatan laba bersih 59,6 persen menjadi USD118,8 juta pada kuartal I-2019. Capaian ini diklaim perusahaan karena dukungan operasi yang solid dan model bisnis yang kokoh.
 
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Adaro Energy Garibaldi Thohir menjelaskan model bisnis perseroan saat ini sudah terintegrasi. Sehingga membuat biaya-biaya yang dikeluarkan perseroan bisa terkendali.
 
"Pencapaian operasional dan keuangan yang solid pada kuartal I-2019 mencerminkan model bisnis terintegrasi yang kokoh serta keunggulan operasional. Kami berhasil mengendalikan biaya, mempertahankan marjin yang sehat dan terus memberikan pengembalian pemegang saham," kata Garibaldi dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 2 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mengutip laporan keuangan perseroan yang dilaporkan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), laba bersih perseroan terbentuk karena didukung oleh pendapatan bersih yang juga meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
 
Tercatat, pendapatan pada tiga bulan pertama 2019 mencapai USD846 juta atau naik 11 persen dari tahun sebelumnya sebesar USD764 juta. Bila dirinci, segmen usaha pertambangan dan perdagangan batu bara membukukan pendapatan terbesar yaitu USD773 juta. Lalu segmen jasa pertambangan sebesar USD55 juta, dan segmen bisnis lainnya sebesar USD18 juta.
 
Garibaldi menjelaskan peningkatan pendapatan tersebut didukung oleh pertumbuhan produksi 26 persen secara year on year (yoy) menjadi 13,75 metrik ton (MT) dan penjualan batu bara yang naik 22 persen yoy mencapai 13,31 MT.
 
"Pendapatan usaha naik 11 persen yoy menjadi USD846 juta, dengan dukungan pertumbuhan produksi," jelas dia.
 
Lebih lanjut, Adaro Energy juga mencatat beban pokok pendapatan naik 8,22 persen menjadi USD846,48 juta. Selain itu beban usaha juga naik 26 persen menjadi USD68 juta. Royalti yang dibayarkan kepada pemerintah juga meningkat 16 persen yoy menjadi USD92 juta karena pendapatan usaha juga lebih tinggi yoy.
 
"AE juga membukukan pajak penghasilan badan sebesar USDD86 juta pada kuatal I-2019," sebut dia.
 
Sedangkan untuk belanja modal, perseroan telah mengeluarkan anggaran sebesar USD106 juta atau 28 persen lebih tinggi dari pada pada kuartal I-2018. Belanja modal tersebut masih berada di posisi untuk memenuhi panduan belanja modal pada kisaran USD450 juta-USD600 juta untuk 2019.
 
"Belanja modal ini sebagian besar digunakan untuk pembelian dan penggantian alat berat, pengembangan AMC, dan kegiatan pemeliharaan rutin di sepanjang rantai pasokan batu bara," pungkas dia.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif