Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)

Sentimen Global Tentukan Fluktuasi Rupiah

Ekonomi kurs rupiah
20 Mei 2019 07:13
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan akan bergerak pada kisaran Rp14.400 hingga Rp14.500 per USD pada pekan ini. Kurs rupiah pada penutupan perdagangan pekan lalu berada di level Rp14.450 per USD.
 
Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan pergerakan rupiah pada pekan depan masih berpengaruh pada sentimen yang terjadi sejak tengah pekan lalu, seperti keputusan Presiden AS Donald Trump yang akan menunda kenaikan tarif impor di sektor otomotif, hingga hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang tetap mempertahankan suku bunga acuan di level enam persen.
 
"Keputusan BI cukup krusial dalam menjaga stabilitas rupiah di akhir pekan lalu, sebab jika BI memilih bersikap dovish di tengah gejolak pasar global, bukan tidak mungkin rupiah akan semakin terperosok," kata Josua saat dihubungi, Minggu, 19 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Josua mengungkapkan potensi melemah bagi rupiah masih tetap ada. Hal tersebut disebabkan perkiraan peningkatan kebutuhan valas di Indonesia pada akhir mendatang.
 
"Hal ini akibat musim pembagian dividen serta peningkatan belanja konsumsi masyarakat ataupun pemerintah jelang Lebaran," ucapnya.
 
Terkait dengan kondisi bursa saham, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) menilai faktor global akan menjadi faktor risiko terbesar bagi pasar saham Indonesia.
 
Portfolio Manager PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Andrian Tanuwijaya mengatakan salah satu faktor global tersebut ialah perkembangan negosiasi dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.
 
"Gagalnya negosiasi dagang dapat memicu kembali ketidakpastian bagi pasar dan dunia usaha yang dapat berdampak negatif bagi pertumbuhan ekonomi. Namun sebaliknya, perkembangan positif negosiasi dagang dapat menjadi katalis bagi sentimen pasar ujar Andrian dalam keterangan resmi seperti dikutip Antara.
 
Selain risiko tersebut, sentimen yang dapat berdampak bagi pasar Indonesia ialah Morgan Stanley Capital International (MSCI) rebalancing di akhir Mei. Porsi saham Indonesia dalam indeks MSCI berpotensi berkurang karena dimasukkannya saham China A-shares ke dalam indeks. (Media Indonesia)
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif