Ilustrasi (MI/RAMDANI)
Ilustrasi (MI/RAMDANI)

Indeks Saham Indonesia Diramal Cenderung Menguat

Ekonomi ihsg
Angga Bratadharma • 05 Juli 2019 08:16
Jakarta: Imbal hasil surat utang Pemerintah Amerika Serikat (AS) 10 tahun terpantau terus turun di bawah 2,00 persen menjadi 1,94 persen. Sementara bursa saham AS kemarin tidak diperdagangkan seiring dengan hari Kemerdekaan AS. Sedangkan indeks USD bergerak datar menunggu data unemployment rate dan payrolls yang akan rilis Jumat ini.
 
Di wilayah Eropa, imbal hasil surat utang Pemerintah Jerman 10 tahun terus turun di wilayah negatif dan lebih rendah dari ECB Deposit Rate untuk pertama kalinya, seiring dengan ekspektasi pasar terhadap Christine Lagarde untuk tetap dovish dan mempertahankan suku bunga nol presen di Euro Area.
 
"Kami memperkirakan IHSG datar dengan cenderung menguat seiring investor wait and see terhadap rilisnya data global," sebut Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 5 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari bursa asia, KOSPI dibuka menguat 0,25 persen dan Nikkei datar 0,06 persen. Di bursa komoditas, emas berjangka melemah 0,26 persen ke level USD1,419 per ons. Sementara minyak WTI Futures masih melemah 0,12 persen di level USD56,73. Di sisi lain semalam terjadi penahanan supertanker di Gilbraltar, Iran.
 
Adapun harga minyak dunia bergerak di kisaran sempit menyusul libur hari kemerdekaan di Amerika Serikat, menjadi berakhir lebih rendah pada perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), terbebani oleh data yang menunjukkan penarikan persediaan minyak mentah AS lebih kecil dari perkiraan dan kekhawatiran tentang ekonomi global.
 
Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional untuk harga minyak, turun 52 sen atau 0,81 persen menjadi USD63,30 per barel. Brent ditutup naik 2,3 persen pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB).
 
Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), patokan harga minyak AS, turun 54 sen atau 0,94 persen menjadi USD56,89 per barel. WTI ditutup naik 1,9 persen pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Volume perdagangan ringan karena liburan 4 Juli di Amerika Serikat.
 
Pasar tampak sebagian besar tidak bergerak oleh penahanan kapal tangki super di Gibraltar oleh Angkatan Laut Kerajaan Inggris, yang kemungkinan membawa minyak mentah Iran menuju Suriah, ketika ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat telah berkobar karena serangan misterius terhadap tanker di Teluk Oman dalam beberapa bulan terakhir.
 
Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan penurunan mingguan 1,1 juta barel dalam stok minyak mentahnya, jauh lebih kecil dari penarikan 5,0 juta barel yang dilaporkan oleh American Petroleum Institute (API) pada awal pekan ini.
 
"Data persediaan sama sekali tidak mendukung harga lebih tinggi. Bukan hanya pengurangan persediaan minyak mentah terbukti lebih kecil dari yang diharapkan -itu juga jauh dari yang dilaporkan oleh API sehari sebelumnya," tulis Commerzbank dalam sebuah catatan kepada klien.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif