Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (Ari). Medcom/Annisa Ayu.
Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (Ari). Medcom/Annisa Ayu.

Bos Garuda Mundur dari Jabatan Komisaris Sriwijaya

Ekonomi garuda indonesia
Suci Sedya Utami • 02 Juli 2019 15:51
Cengkareng: Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (Ari) mengajukan pengunduran diri dari jabatan dewan komisaris PT Sriwijaya Air. Selain Ari, Direktur Niaga Garuda Pikri Ilham Kurniansyah dan Direktur Utama Citilink Juliandra Nurtjahyo juga mengundurkan diri dari jabatan yang sama.
 
Surat pengunduran diri tersebut telah dikirimkan hari ini, Selasa, 2 Juli 2019 ke pemegang saham Sriwijaya Air dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku pemegang saham seri A Dwiwarna. Pengunduran diri tersebut sebagai bagian dari pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik dan mengacu pada ketentuan anggaran dasar yang ada. Serta menindaklanjuti arahan Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU).
 
"Kami menghormati proses pemeriksaan yang saat ini tengah dilaksanakan oleh Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) serta akan patuh dan terbuka terhadap hasil rekomendasi yang disampaikan oleh KPPU," kata VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan dalam keterangan resmi dikutip dari Antara, Selasa 2 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Melalui surat pengunduran diri tersebut, Sriwijaya Air diminta untuk segera menindaklanjuti pengunduran diri tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
 
Garuda Indonesia menyatakan akan terus berkomitmen untuk selalu menjalankan prinsip kepatuhan atas peraturan yang berlaku. Serta berorientasi pada tata kelola bisnis yang accountable dengan memastikan fokus penyelerasan kinerja usaha dapat tercapai sesuai prinsip dan koridor aturan persaingan usaha yang sehat
 
Sebelumnya KPPU telah memeriksa Ari Askhara pada Senin kemarin. Ari diperiksa atas dugaan rangkap jabatan lantaran saat menjadi direktur utama perusahaan maskapai pelat merah, ia juga menduduki posisi sebagai Komisaris Utama Sriwijaya Group.
 
Ari diduga melanggar Pasal 26 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Monopoli dan Praktek Persaingan Usaha Tidak Sehat. Adapun pasal itu menyebutkan, seseorang yang menempati jabatan sebagai direksi atau komisaris dari suatu perusahaan dilarang merangkap jabatan yang sama bila ia berada dalam pasar sejenis pada waktu yang bersamaan.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif