NEWSTICKER
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY)
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY)

Kiat Memilih Saham bagi Pemula

Ekonomi saham
01 Maret 2017 11:29
medcom.id, Jakarta: Menjadi investor saham kini tidak lagi tabu bagi banyak orang, bahkan mahasiswa. Imbal hasil yang diraih bisa lebih besar daripada uang yang hanya disimpan di bank.
 
Namun, beberapa hal harus diperhatikan para investor agar mereka tidak kebingungan atas saham mana saja yang harus dibeli. Ketua Nasional Komunitas Investor Saham Pemula Frisca Devi Choirina mengakui adanya kesulitan meliterasi dan mengedukasi investasi saham di daerah.
 
Umumnya, calon investor tidak yakin akan pilihan yang mereka ambil. Sebagai rekomendasi, lanjut Frisca, sebaiknya pemula memilih 45 saham yang paling aktif diperdagangkan (LQ45), ataupun saham perusahaan yang produknya dikenal masyarakat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu cukup untuk seorang investor pemula. Tidak usah analisis dulu. Pemula cukup beli saham yang dikenal untuk pertama kali investasi. Alasannya, mereka perusahaan yang notabene sudah likuid sehingga tidak perlu takut saham akan bangkrut atau delisting dari bursa. Saya selalu menekankan seperti itu," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
 
Frisca mengatakan cukup sulit mengedukasi dan meliterasi pengetahuan saham kepada masyarakat daerah. Hal itu setidaknya terlihat dari anggota komunitas yang berjumlah lebih dari 25 ribu. Namun, hingga kini masih di bawah 50 persen yang akhirnya berani membuka rekening saham.
 
"Mereka merasa belum bisa menganalisis fundamen/teknikal. Ada juga yang masih bingung memilih antara trading atau investasi. Kendalanya masih di mindset orang.
 
Baca: Memahami Instrumen Investasi Saham di Indonesia
 
"Namun, Frisca mewanti-wanti investor pemula untuk tidak asal ikut arus dan membeli saham yang mereka belum yakin, terutama pada saham yang sering disebut saham zombie karena berfluktuasi. Salah satunya saham PT Bumi Resources Tbk (Bumi) yang baru masuk ke LQ45.
 
"Jangan langsung menelan kabar mentah-mentah, apalagi Bumi lagi hit dan baru masuk LQ45. Kalau ikut-ikutan sama saja judi," tukas Frisca.
 
Pada kesempatan itu, Meidiana, mahasiswi semester empat Universitas 17 Agustus 1945 yang juga anggota investor saham pemula (ISP) Banyuwangi mengaku mempelajari saham selama dua tahun. Ia memutuskan berinvestasi saham sejak Januari 2016.
 
"Saya belajar terlebih dahulu karena pasar modal merupakan investasi yang berisiko apabila tidak belajar. Setelah belajar kurang lebih dua tahun baru memberanikan diri terjun langsung di investasi saham dan belum pernah investasi reksa dana," ungkapnya.
 
Lain cerita dengan Triyo, anggota ISP Pekalongan yang bermain saham sejak 2014. Dirinya langsung bermain di saham dan belum pernah mencoba model investasi lain.
 
"Dulu sebelum jadi investor saham pemula, masih coba-coba dalam dunia saham, pengetahuan pun masih terbatas. Setelah bergabung dengan komunitas, banyak teman yang berbagi kiat dalam memilih dan menganalisis saham yang baik," pungkasnya. (Media Indonesia)
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif