IHSG Berada di Level Titik Terendah di 2018
IHSG. (ANT/Rosa Panggabean).
Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di titik terendah di 2018. IHSG sempat menyentuh level 5.733 pada 21 Mei 2018 sebelum kemudian jatuh lebih dalam lagi pada perdagangan hari ini.

IHSG, Kamis, 28 Juni 2018 berada pada posisi 5.667, minus 120 poin atau 2,08 persen. Indeks JII melemah 14,86 poin dan LQ45 melemah 19,98 poin. Volume perdagangan mencapai 6,3 miliar lembar saham dengan transaksi sebesar Rp6,8 triliun.

Semua sektor melemah dengan pelemahan terdalam pada sektor pertambangan, manufaktur, serta keuangan. Hanya 83 saham naik dan 351 saham turun. Kemudian 101 saham tak bergerak.

Sentimen IHSG datang dari kejatuhan Bursa AS seiring ketidakpastian baru mengenai sikap AS terhadap investasi Tiongkok di perusahaan teknologi Amerika. Bursa merespons negatif penasehat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan dalam sebuah wawancara di Fox Business Network bahwa rencana yang diumumkan Trump untuk menggunakan panel tinjauan keamanan nasional yang diperkuat -Komite Investasi Asing di Amerika Serikat (CFIUS) untuk menghadapi potensi ancaman akuisisi teknologi AS oleh Tiongkok.

Sementara itu, dolar AS dan harga minyak dunia cenderung menguat, dan harga emas melemah ke level terendah sejak Juli 2017. Dari dalam negeri, IHSG ditutup melemah menjelang akhir perdagangannya. Sentimen pengetatan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) serta antisipasi pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia, pekan ini, masih mendominasi.

"Tren melemahnya rupiah juga dinilai akan masih membayangi pergerakan IHSG. Selain itu, pasar masih menantikan hasil RDG BI yang berlangsung 27-28 Juni 2018 ini," kata analis Samuel Sekuritas Indonesia.

(SAW)