Rupiah Rentan Ambruk ke Jalur Merah

Dian Ihsan Siregar 22 Juni 2018 09:17 WIB
kurs rupiah
Rupiah Rentan Ambruk ke Jalur Merah
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta: Mata uang rupiah masih rentan ke zona negatif lantaran pelaku pasar lebih memilih untuk memegang sejumlah mata uang yang dianggap paling aman atau safe haven. Meski demikian, diharapkan sejumlah sentimen positif bisa terus berdatangan dan memberi efek positif terhadap gerak nilai tukar rupiah.

"Dari dalam negeri tidak terlalu banyak berita negatif, terkecuali rencana Bank Indonesia (BI) yang berencana menaikkan tingkat suku bunga acuannya. Itu juga tampaknya belum memengaruhi rupiah," ungkap Analis Senior Binaartha Parama Sekuritas Reza Priyambada, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 22 Juni 2018.

Masih rentannya nilai tukar rupiah ke zona merah, tambahnya, membuat ‎nilai tukar Garuda diperkirakan bergerak di kisaran support Rp14.123 per USD, sedangkan resisten berada di Rp13.996 per USD.

"Tetap waspadai setiap sentimen yang mempengaruhi gerak rupiah. Gerak USD melemah setelah indeks aktivitas bisnis diperkirakan melemah," sebut dia.

Sementara itu, masih kata dia, adanya rencana European Central Bank (ECB) untuk memperbaiki iklim moneter di kawasan Uni Eropa berhasil membuat euro menguat. Sedangkan dari dalam negeri, lanjutnya, pelaku pasar masih terlihat panik dengan adanya sentimen perang dagang antara Tiongkok dan AS serta rencana kenaikan suku bunga acuan BI.

"Sehingga untuk sementara menjauhi nilai tukar rupiah," pungkas dia.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id