Ilustrasi. (Foto: MI/Usman Iskandar)
Ilustrasi. (Foto: MI/Usman Iskandar)

Surya Semesta Internusa Raih Pendapatan Rp823 Miliar

Ekonomi emiten
Husen Miftahudin • 09 Mei 2019 20:17
Jakarta: Emiten lahan industri, PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) memperoleh pendapatan konsolidasi sebanyak Rp823,7 miliar di kuartal I-2019. Pencapaian itu mengalami penurunan bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp909,3 miliar.
 
Penurunan pendapatan disebabkan oleh melorotnya bisnis konstruksi sebesar 14,6 persen. Sedangkan pendapatan dari segmen konstruksi dan properti perseroan meningkat masing-masing 4,2 persen dan tujuh persen.
 
"Posisi laba kotor perseroan mencapai Rp189,5 miliar atau naik tipis 2,5 persen dari posisi Rp184,9 miliar di kuartal I-2018. Akhirnya, laba operasional perseroan menjadi Rp57,1 miliar," tulis SSIA dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis, 9 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Atas kinerja tersebut, perseroan belum berhasil meningkatkan kinerja laba bersih konsolidasi. Dari sebelumnya minus Rp8,8 miliar, menjadi minus Rp10,9 miliar di tiga bulan pertama 2019. Alhasil, margin kotor SSIA naik 2,7 persen menjadi 23 persen di kuartal I-2019, dibanding dengan margin kotor di periode yang sama 2018 sebesar 20,3 persen.
 
Sementara itu, tingkat EBITDA perusahaan pada kuartal I-2019 mencapai Rp72,6 miliar atau turun empat persen dari raihan periode sama tahun sebelumnya sebanyak Rp75,6 miliar. Posisi kas dan setara kas perusahaan mencapai Rp1,17 triliun, menyusut dari Rp1,37 triliun.
 
Total liabilitas perseroan turun tipis menjadi Rp3 triliun, dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,01 triliun. Adapun total aset juga menjadi turun menjadi Rp7,38 triliun, dari posisi Rp7,40 triliun.
 
Sepanjang tahun ini, SSIA telah melepas aset real estate di Suryacipta Karawang fase ke empat dengan potensi pendapatan sebesar Rp325 miliar. Perusahaan meyakini pelepasan aset tersebut akan memperkuat posisi SSIA untuk fokus di Subang Industrial Township.
 
"Perusahaan juga membukukan penjualan lahan seluas delapan hektare (ha) dengan nilai jual rata-rata sebesar USD120 per meter persegi dari lanbank di Suryacipta Karawang. Transaksi ini mengkontribusi tambahan pendapatan sekitar USD9,6 juta atau setara Rp135 miliar," tutup rilis tersebut.
 

(AZF)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif