Analis Perkirakan Rupiah Masih Melempem
Ilustrasi (MI/Himanda Amrullah)
Jakarta: Nilai tukar rupiah diprediksi masih melemah karena belum bisa memanfaatkan kondisi mata uang Amerika Serikat (USD) yang juga tengah tertekan. Diharapkan terdapat katalis positif dari dalam negeri seperti mulai masuknya arus modal ke Tanah Air yang akhirnya memberi pengaruh terhadap menguatnya nilai tukar rupiah.

Senior Analyst CSA Research Institute Reza Priyambada melihat pergerakan rupiah hari ini berada di level Rp14.390 sampai Rp14.450 per USD "Tidak jauh berbeda dengan sebelumnya di mana pelemahan USD belum dapat dimanfaatkan rupiah untuk kembali menguat," kata Reza, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 6 Desember 2018.

Meski demikian, Reza menuturkan, nilai tukar rupiah tetap harus berhati-hati dengan sentimen penguatan USD. Ia menyebutkan USD kemungkinan bisa menguat karena memanfaatkan momentum pelemahan mata uang Eropa (EUR).

"Di sisi lain, mulai menguatnya laju USD dengan memanfaatkan pelemahan EUR setelah pelaku pasar kembali mencermati perkembangan pembahasan anggaran Italia dengan Uni Eropa, tentunya dapat kembali menjadi sentimen negatif bagi rupiah," tutur dia.

Seperti diketahui, mengutip Bloomberg, Rabu, 5 Desember 2018, rupiah ditutup melemah ke level Rp14.402 per USD dibandingkan dengan pembukaan yang berada di Rp14.364 per USD. Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah melemah hingga 115 poin atau setara 0,81 persen ke posisi Rp14.400 per USD. Sebelumnya, rupiah dibuka ke level Rp14.350 per USD.

 



(ABD)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id