Analis: Pelemahan Yuan Buat Rupiah Tertekan
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)
Jakarta: Terapresiasinya dolar Amerika Serikat (USD) membuat nilai tukar rupiah menahan peluang untuk menguat. Diprediksi nilai tukar rupiah hari ini berada di kisaran Rp14.436 sampai Rp14.425 per USD. Meski demikian, sentimen positif diharapkan berdatangan guna menahan pelemahan lebih lanjut.

Senior Analyst CSA Research Institute Reza Priyambada membenarkan penguatan kembali laju USD menahan kenaikan rupiah. Terapresiasinya laju USD terjadi seiring dengan pernyataan Tiongkok yang mengenakan tarif kembali atas barang-barang impor dari Tiongkok.

Di sisi lain, sikap Tiongkok tersebut membuat laju yuan Tiongkok (CNY) melemah. Kondisi ini juga dibarengi dengan pelemahan pound Britania (GBP) seiring dengan masih berlanjutnya pembahasan terkait Brexit.

"Pelemahan kedua mata uang tersebut membuat laju USD menguat dan pada akhirnya berimbas pada pergerakan rupiah di mana kenaikannya menjadi terbatas," kata Reza, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 9 Agustus 2018.

Diperkirakan rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.436 sampai Rp14.425 per USD. Reza menilai kembali terapresiasinya USD tersebut menahan peluang rupiah untuk dapat bergerak positif. Pelaku pasar pun akan memanfaatkan kondisi tersebut dengan meningkatkan permintaan atas USD.

"Diharapkan masih adanya sentimen positif dari dalam negeri yang dapat menahan potensi pelemahan rupiah," pungkasnya.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id