Emiten Express Gandeng Wulling

Dian Ihsan Siregar 04 Juli 2018 20:49 WIB
emiten
Emiten Express Gandeng Wulling
Wulling. Medcom/A. Harry Budiawan.
Jakarta: PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) mengalami pil pahit sepanjang 2017 dengan membukukan rugi bersih sebesar Rp491 miliar atau naik 166 persen bila dibanding rugi sebesar Rp184,5 miliar di 2016. 

Saham TAXI pun saat‎ ini masih belum bisa diperdagangkan (suspensi) di lantai bursa. Aksi TAXI yang belum bisa membayar bunga obligasi saham TAXI membuat sahamnya kena suspensi baik di pasar reguler maupun tunai.

TAXI memperkenalkan strategi transformasi serta semangat baru perusahaan dengan kehadiran jenis armada MPV Multi Purpose Vehicle (MPV) serta memperkuat standar pelayanan. Layanan baru tersebut akan diterapkan secara bertahap di seluruh wilayah operasional perusahaan. 

Direktur Utama Express Transindo Utama Benny Setiawan menyatakan, taksi Express menghadirkan 150 unit kendaraan MPV baru berjenis Wuling Confero di daerah Jakarta dan sekitarnya. 

"Kendaraan ini bisa mengakomodasi  hingga tujuh penumpang dengan tarif yang sama. Penambahan unit MPV ini juga akan dilakukan secara bertahap dimulai dari Jakarta dan sekitarnya," kata Benny dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 4 Juli 2018.

Dia juga menambahkan pelatihan 5S akan kita jalankan terus menerus. ‎Nilai ini akan menjadi standar perilaku dari setiap pengemudi dalam berinteraksi dengan pelanggan. 

Jalin Kemitraan 

Kemudian strategi baru Express Group adalah membuka kesempatan untuk bekerja sama dengan para pemilik modal yang mempercayakan Express sebagai pengelola driver dan fleet. Express tetap akan mempertahankan kekuatan utama melalui pola kemitraan yang telah terbukti memberikan manfaat.  

Transformasi model bisnis baru ini diharapkan dapat lebih memberikan keuntungan bersama bagi seluruh pemangku kepentingan terutama bagi mitra pengemudi, perusahaan, dan pemilik modal.
 
"Kami memprioritaskan untuk memberikan pelayanan dan pengalaman terbaik kepada seluruh pelanggan yang mewujudkan komitmen kami terhadap perubahan dan perkembangan yang terjadi," ucap  dia. 
 
Fase awal transformsi, dia mengaku, akan dimulai dari beragam pengenalan layanan baru hingga peningkatan kualitas dari eksternal hingga internal, beberapa di antaranya menghadirkan jenis kendaraan MPV baru, penerapan standar layanan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun), hingga peningkatan standardisasi internal lainnya. 



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id