IHSG Perdagangan Siang Ditutup Ambruk
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi siang terpantau ambruk sejalan dengan minimnya sentimen positif yang datang dari dalam negeri. Sejauh ini, meningkatnya imbal hasil treasury Amerika Serikat (AS) terus memberikan tekanan terhadap pergerakan IHSG.

IHSG Kamis, 26 April 2018, perdagangan siang tercatat jatuh 112,75 poin atau setara 1,9 persen ke posisi 5.967. Sedangkan LQ45 melemah 21,11 poin atau setara 2,2 persen ke posisi 957 dan JII melemah 11,89 poin atau setara 1,7 persen ke posisi 692.

Siang ini, seluruh sektor kompak terhempas ke zona merah. Sektor keuangan melemah 27,93 poin, sektor pertambangan melemah 29,56 poin, sektor konsumer melemah 29,46 poin, dan sektor manufaktur melemah 18,13 poin.

Volume perdagangan siang tercatat sebanyak 4,1 miliar lembar saham senilai Rp4,1 triliun. Sebanyak 68 saham menguat, sebanyak 323 saham terlihat melemah, sebanyak 92 saham tidak berubah, dan sebanyak 138 saham tidak mengalami perdagangan.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 59,7 poin atau 0,25 persen, menjadi ditutup di 24.083,83 poin. Indeks S&P 500 bertambah 4,84 poin atau 0,18 persen, menjadi berakhir di 2.639,40 poin. Sementara Indeks Komposit Nasdaq ditutup turun 3,62 poin atau 0,05 persen, menjadi 7.003,74 poin.

Imbal hasil obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS) bertenor 10 tahun diperdagangkan sekitar 3,02 persen pada Rabu 25 April, setelah menembus di atas tiga persen untuk pertama kalinya sejak 2014 di sesi sebelumnya. Imbal hasil, barometer untuk suku bunga KPR dan instrumen keuangan lainnya, telah melonjak pada April di tengah tanda-tanda kenaikan inflasi.

Para analis mengatakan, pasar saham berada di bawah tekanan karena para investor khawatir bahwa kenaikan biaya pinjaman dapat memperlambat perekonomian. Pergerakan dalam imbal hasil di atas 2,9 persen awal tahun ini memicu koreksi untuk pasar ekuitas AS.



(ABD)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id