Rupiah Pagi Pamer Kekuatan di Rp14.947/USD
Ilustrasi (MI/RAMDANI)
Jakarta: Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa pagi terlihat menghijau dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp14.976 per USD. Secara perlahan, rupiah mulai pamer kekuatan dan kembali ke level Rp14.000 per USD, sejalan dengan intervensi yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI).

Mengutip Bloomberg, Selasa, 6 November 2018, nilai tukar rupiah perdagangan pagi dibuka menguat ke Rp14.947 per USD. Sedangkan day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp14.945 hingga Rp14.947 per USD dengan year to date return di 10,25 persen. Sementara itu, menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.705 per USD.

Di sisi lain, pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1417 dari USD1,1392 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,3048 dari USD1,2964 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7216 dari USD0,7192.



Sedangkan USD dibeli 113,22 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 113,27 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Kemudian USD turun menjadi 1,0039 franc Swiss dibandingkan dengan 1,0043 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3108 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3112 dolar Kanada.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 190,87 poin atau 0,76 persen, menjadi berakhir di 25.461,70 poin. Indeks S&P 500 naik 15,25 poin atau 0,56 persen, menjadi ditutup di 2.738,31 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun 28,14 poin atau 0,38 persen, menjadi berakhir di 7.328,85 poin.

Keuntungan indeks Dow Jones dipimpin oleh IBM, dengan saham perusahaan tersebut meningkat 3,8 persen, pada penutupan pasar. Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi, dengan sektor real estat dan energi masing-masing naik 1,69 persen dan 1,61 persen, memimpin kenaikan.

Sebagian besar saham teknologi AS mundur kembali, menyeret Nasdaq lebih rendah. Saham Apple merosot 2,84 persen pada penutupan. Penurunan terjadi setelah Rosenblatt Securities menurunkan peringkat Apple di tengah ekspektasi penjualan iPhone yang lebih rendah.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id