Penguatan Euro Redam Gerak Rupiah
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) diprediksi melemah lantaran adanya sentimen negatif yang datang dari luar negeri. sentimen tersebut adalah penguatan nilai mata uang Eropa yang membuat pelaku pasar beralih ke mata uang tersebut.

Senior Analyst CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan gerak rupiah hari ini akan berada pada rentang Rp14.575 sampai Rp14.610 per USD. "Adanya kenaikan EUR membuat pelaku pasar beralih ke mata uang tersebut," kata Reza, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 22 November 2018

Selain itu, Reza melanjutkan, sentimen lainnya adalah penguatan mata uang Amerika Serikat (USD) yang dipicu oleh perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok. Kedua negara itu berpotensi gagal mencapai kesepakatan dagang.

"Masih adanya sentimen dari perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok serta antisipasi gagalnya titik temu kesepakatan dagang antara keduanya dalam pertemuan G-20 membuat laju USD masih bertahan," jelas dia.

Namun demikian, Reza berharap, ada sentimen dari dalam negeri yang bisa membuat rupiah kembali positif serta menahan pelemahan yang terlalu dalam. Sentimen itu seperti mulai terlihatnya efek dari sejumlah paket kebijakan yang sudah dikeluarkan pemerintah, dan naiknya suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI).

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,95 poin atau kurang dari 0,01 persen, menjadi berakhir 24.464,69 poin. Indeks S&P 500 naik 8,04 poin atau 0,30 persen menjadi ditutup pada 2.649,93 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir meningkat 63,43 poin atau 0,92 persen, menjadi 6.972,25 poin.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id