Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani. Medcom/Husen M.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani. Medcom/Husen M.

Pemerintah Diminta Waspadai Keluarnya Arus Modal Keluar

Ekonomi rupiah menguat pasar modal
Eko Nordiansyah • 28 Januari 2019 15:38
Jakarta: Pemerintah diminta untuk menjaga momentum kenaikan mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Aliran modal masuk yang cukup baik di awal 2019 ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah agar tidak keluar lagi.
 
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani mengatakan pemerintah perlu memperbaiki kebijakan di sektor riil. Pasalnya jika tidak, aliran modal masuk bisa kembali keluar berpindah ke negara lain.
 
"Karena kalau ditinggal lagi bisa jadi negara yang berbuat lebih baik dana akan keluar lagi," kata Aviliani ditemui di Kantor ISEI, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 28 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya menambahkan kenaikan rupiah bisa jadi tidak untuk jangka panjang. Namun pemerintah perlu menyiapkan kebijakan jangka panjang karena Indonesia bergantung dengan aliran modal asing yang bersifat jangka pendek.
 
"Sekarang kita harus mencoba bisa menyelesaikan persoalan jangka pendek kita yaitu mendapat devisa bukan dari hot money saja," jelas dia.
 
Avilini menyebutkan sektor riil yang bisa didorong oleh pemerintah adalah meningkatkan ekspor, substitusi impor, hingga pariwisata. Menurutnya jika digarap secara serius, maka Indonesia tidak bergantung dari pergerakan nilai tukar.
 
"Yang kelima adalah kita sudah menangani kerja sama dengan Thailand dan Malaysia, yang bilateral. Saya rasa bilateral harus diikuti oleh negara, nah itu juga akan mengurangi ketergantungan kita terhadap USD," pungkasnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif