Direktur Utama BTN Maryono. Dok; AFP.
Direktur Utama BTN Maryono. Dok; AFP.

BTN Catat Laba Bersih Rp723 Miliar di Kuartal I

Ekonomi btn
Suci Sedya Utami • 23 April 2019 17:17
Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mencatatkan laba bersih pada kuartal I-2019 sebesar Rp723 miliar. Capaian laba ini meningkat 5,67 persen dibandingkan di kuartal yang sama tahun lalu sebesar Rp684 miliar.
 
Direktur Utama BTN Maryono mengatakan laba tersebut diperoleh karena adanya peningkatan pendapatan bunga sebesar 21,69 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Pada kuartal I-2018 pendapatan bunga sebesar Rp5,3 triliun menjadi Rp6,4 triliun di periode yang sama pada tahun ini. Peningkatan juga terjadi pada biaya dana (cost of fund) sebesar 38,17 persen dari Rp2,9 triliun menjadi Rp4 triliun.
 
"Karena memang cost of fund kita meningkat di mana dana dari pihak ketiga (DPK) di kuartal I ini," kata Maryono di kantor pusat BTN, Jakarta Pusat, Selasa, 23 April 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Peningkatan cost of fund ini membuat nett interest margin (NIM) atau margin bunga bersih meningkat menjadi 1,44 persen dari Rp2,4 triliun menjadi Rp2,4 triliun. Di sisi lain ada juga peningkatan dari pendapatan operasi lainnya 45,03 persen. Nilainya dari Rp414 miliar menjadi Rp600 miliar. Sedangkan beban biaya operasional lainnya juga sebesar 8,44 persen dari Rp1,9 triliun menjadi Rp2,1 triliun.
 
"Masih relatif normal peningkatan pada biaya operasional sehingga laba dari pada operasi Rp926 miliar sehingga nett profit menjadi Rp723 miliar," tutur dia.
 
Sementara itu, penyaluran kredit BTN di kuartal I tahun ini mengalami penungkatan 19,57 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Pada kuartal I-2018, penyaluran kredit BTN sebesar Rp202,5 triliun dan dikuartal I-2019 sebesar Rp242,13 triliun.
 
"BTN telah melakukan realisasi penyaluran kredit dan pembiayaan secara korporasi termasuk syariah tumbuh 19,57 persen," jelas Maryono.
 
Pertumbuhan kredit banyak ditopang oleh sektor perumahan atau kredit pemilikan rumah (KPR) yang tumbuh 22,07 persen menjadi Rp181,83 triliun. Lebih jauh BTN meyaki pertumbuhan kredit pada kuartal selanjutnya akan lebih tinggi dengan pertimbangan ajang Pilpres telah berakhir sehingga pembangunan sektor perumahan akan lebih fokus lagi.
 

(SAW)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif