Analis Perkirakan Rupiah Menguat
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta: Dolar Amerika Serikat (USD) diperkirakan bergerak menguat di sekitar level 93,5-94 terhadap beberapa mata uang utama dunia seiring melemahnya data Purchasing Manager Index (PMI) Mei di Eropa sebesar 54,1 atau di bawah konsensus sebesar 55. Kondisi ini tentu memberikan efek terhadap gerak nilai tukar rupiah.

Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan gerak nilai tukar rupiah diperkirakan menguat terhadap USD usai rilisnya notulensi rapat FOMC minutes di Mei yang menyatakan the Fed akan membiarkan inflasi berada di atas dua persen untuk menjaga perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang terus berlangsung.

"Gerak nilai tukar rupiah kemungkinan menguat kembali ke level  Rp14.100 sampai dengan Rp14.200 per USD," ungkap Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 24 Mei 2018.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average naik 52,4 poin atau 0,21 persen, menjadi berakhir di 24.886,81 poin. Sedangkan indeks S&P 500 naik 8,85 poin atau 0,32 persen, menjadi ditutup di 2.733,29. Kemudian indeks Komposit Nasdaq menambahkan 47,50 poin atau 0,64 persen, menjadi berakhir di 7.425,96 poin.

Sebagian besar pembuat kebijakan Fed berpikir kemungkinan kenaikan suku bunga lagi akan dijamin segera jika prospek ekonomi AS tetap utuh, dan banyak peserta melihat sedikit bukti dari panasnya data umum pasar tenaga kerja, kata notulen rapat kebijakan terakhir bank sentral.

Saham-saham berubah lebih tinggi setelah berita itu, dengan sektor utilitas dan real estate S&P 500 yang sensitif terhadap suku bunga mengakhiri hari dengan persentase keuntungan terbesar. Sektor finansial yang mendapat manfaat dari lingkungan kenaikan suku bunga, mengakhiri hari turun 0,6 persen.

"Pasar mungkin bernapas sedikit lega karena mengetahui bahwa inflasi sekalipun sedikit di atas 2,0 persen belum tentu berarti kenaikan suku bunga yang lebih cepat," kata Direktur Pelaksana US Bank Private Client Wealth Management Mike Baele, di Portland, Oregon.

 



(ABD)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id