IHSG. ANT/Akbar.
IHSG. ANT/Akbar.

Tiga Sektor Saham Pilihan di Kuartal II-2018

Ekonomi saham
Dian Ihsan Siregar • 22 Mei 2018 16:44
Jakarta: Emiten-emiten di sektor barang konsumsi (consumer), perbankan, dan pertambangan menjadi tiga sektor pilihan yang diprediksi memberikan imbal hasil positif di pasar modal pada kuartal kedua 2018.
 
Head of Research and Strategy PT Danareksa Sekuritas Helmy Kristanto mengatakan sejumlah sentimen positif akan mendorong peningkatan konsumsi masyarakat di kuartal kedua tahun ini di antaranya hari raya Idulfitri 1439 H, pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak, dan Asian Games 2018.
 
"Ada acara-acara nasional, Lebaran, dan Pilkada yang diharapkan bisa menambah dukungan terhadap demand atau konsumsi masyarakat. Jadi justru kami melihat pada kuartal kedua, diharapkan dari sisi domestic consumption akan lebih baik," kata Helmy, dalam keterangan risetnya, Selasa, 22 Mei 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengatakan ekspektasi itu cukup beralasan, mengingat pada kuartal pertama 2018 pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,06 persen, lebih rendah dari kuartal empat 2017 yang tercatat 5,19 persen. Konsumsi masyarakat pada kuartal pertama 2018 juga hanya tumbuh 4,95 persen, cenderung stagnan dan lebih rendah dari kuartal empat 2017 sebesar 4,97 persen
 
"Kalau basic consumption bisa naik, pasti akan memperbaiki produk domestik bruto [PDB] kita, maka itu kami menyebut kuartal kedua ini welcoming the festive season atau musim perayaan. Terutama Pilkada tiga provinsi dengan populasi padat, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Pasti pengaruhnya juga besar," ucap Helmy.
 
Sebab itu, dia menilai sektor potensial yang bisa dicermati investor pada kuartal kedua tahun ini ini yakni sektor yang berhubungan dengan konsumsi, termasuk ritel, konsumsi pokok (consumer staples), dan media.
 
"Consumer staples biasanya berupa barang-barang yang tidak bisa dikurangi oleh masyarakat dari bujetnya di tengah kondisi finansial apapun," jelas dia.
 
Selama kuartal pertama 2018, sektor consumer masih tertekan. Selama year to date atau Januari hingga awal Mei 2018, sektor consumer tertekan sekitar 14 persen.
 
"Tertekannya sektor ini karena memang terus terang sektor consumer memiliki komponen impor bahan baku cukup banyak cost-nya. Jadi kalau dolar AS-nya makin menguat, biaya emiten consumer cenderung akan naik," tegas dia.
 
Sektor pilihan lainnya ialah perbankan karena secara valuasi harga sahamnya masih cukup murah. Dari sisi performa, kinerja sektor perbankan juga masih baik, kualitas aset juga terjaga.
 
"Porsi sektor perbankan ke Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kita sekitar 30 persen, kepemilikan asing juga rata-rata ya di perbankan," ucap dia
 
Satu sektor lain yang juga prospektif ialah sektor pertambangan yang berbasis ekspor. Sektor ini berhubungan erat dengan depresiasi rupiah. Menurut Helmy, selama kuartal pertama tahun ini, sektor pertambangan yang berorientas ekspor terutama tambang batu bara (coal) cukup mampu bertahan di tengah kejatuhan indeks.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif