Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Rizal)
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Rizal)

Perang Dagang AS-Tiongkok

Analis: Waspadai Tekanan ke Sektor Tambang dan Perkebunan

Ekonomi saham
Dian Ihsan Siregar • 20 April 2018 11:10
Jakarta: Ancaman potensi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok menjadi tekanan tersendiri bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Pemerintah dinilai perlu mewaspadai kinerja sejumlah sektor, terutama komoditas, baik pertambangan maupun perkebunan.
 
Analis PT Danareksa Sekuritas Lucky Bayu Purnomo menilai dua sektor komoditas itu perlu dicermati mengingat AS dan Tiongkok menjadi tujuan ekspor produk komoditas nasional.
 
"Baik AS maupun Tiongkok merupakan potential buyer dari hasil sumber daya alam Indonesia," ungkap Lucky dalam keterangan risetnya, Jumat, 20 April 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor Indonesia pada Januari-Maret 2018 mencapai USD44,27 miliar, naik 8,78 persen dari periode yang sama 2017, sedangkan ekspor non-migas mencapai USD40,21 miliar, naik 9,53 persen. Dari jumlah ekspor non-migas itu, China di urutan pertama negara tujuan ekspor, disusul AS di tempat kedua.
 
Selain potensi perang dagang, tekanan lain ialah peluang kenaikan suku bunga AS atau Fed Funds Rate (FFR) dan tren menguatnya harga minyak dunia. The Fed, bank sentral AS, sudah menaikkan FFR sebesar 25 basis poin pada 22 Maret lalu dan menyiratkan dua kali penaikan tahun ini.
 


 
Sementara dari dalam negeri, Lucky memandang angka inflasi akan menjadi sorotan setelah kenaikan harga BBM nonsubsidi. Menurut Lucky, pemerintah perlu mengantisipasi potesi inflasi dengan memperbanyak jumlah barang dan jasa, memperhatikan dinamika supply demand dengan menetapkan harga maksimum.
 
"P‎emerintah perlu menambah hasil produksi dengan memberi subsidi dan premi atau membuat peraturan yang mendorong pengusaha lebih produktif selain juga menjaga kestabilan tingkat upah," ungkap Lucky.
 
Kabar baiknya pada 13 April 2018, lembaga pemeringkat global Moody’s Investor Service menaikkan peringkat Sovereign Credit Rating (SCR) Indonesia dari Baa3 dengan outlook positif menjadi Baa2 dengan outlook stabil.
 
"Ini prestasi bagi kinerja pemerintah di tengah tantangan ekonomi lintas wilayah, kenaikan agresif FFR, tren naiknya harga minyak, tren menguatnya dolar terhadap rupiah, dan sentimen perang dagang," jelas dia.
 
Moody's juga memperkirakan rasio utang pemerintah Indonesia akan berkísar 30 persen dari PDB dalam beberapa tahun mendatang. "Untuk itu tata kelola utang yang baik yang telah dijalankan oleh pemerintah Indonesia akan memberikan manfaat terhadap cita-cita produktivitas dan ekonomis," kata dia.
 
Guncangan Pasar Modal
 
Lucky mengatakan, sentimen bagi pasar modal Indonesia saat ini ialah ketegangan geopolitik ketika militer AS bersama sekutu Inggris dan Prancis menyerang Suriah yang didukung Rusia. Konflik geopolitik sempat menekan kinerja indeks Dow Jones Industrial Average di bursa AS yang juga berimbas pada pasar modal Indonesia.
 
Lucky mencatat, kinerja Dow Jones tertinggi sepanjang sejarah ada di level 26.616, tapi amblas menjadi 24.360 pada 13 April 2018. Koreksi terjadi, kata Lucky, karena Dow Jones belum menguji level psikologis yakni 30.000.
 
"‎Geopolitik di Suriah adalah sentimen negatif jangka pendek. Ke depan, pasar akan memberikan apresiasi terhadap kinerja Dow Jones berdasarkan kalender ekonomi, seperti halnya musim laporan keuangan," tegas Lucky.
 
Di tengah kondisi yang tak pasti, Lucky merekomendasikan beberapa sektor di antaranya perbankan, industri dasar, dan infrastruktur. Saham pilihan infrastruktur yakni PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI).
 
"Untuk sa‎ham pilihan perbankan ialah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan sektor industri dasar yakni PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR)," tutup Lucky.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif