BTN Usul GWM Diturunkan

Husen Miftahudin 13 September 2018 18:17 WIB
btn
BTN Usul GWM Diturunkan
Dirut BTN Maryono (kedua dari kiri).Dokumentasi : BTN.
Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menilai kenaikan risiko likuiditas perbankan masih dalam batas aman. Meski demikian, kian mengetatnya likuiditas membuat pertumbuhan di sektor riil mulai tersendat.

Direktur Utama BTN Maryono mengusulkan kepada Bank Indonesia (BI) untuk mengeluarkan kebijakan yang mampu membuat pengelolaan likuiditas perbankan melonggar. Salah satunya, dengan mengurangi giro wajib minimum (GWM).

"Salah satunya adalah (menurunkan) GWM. Pokoknya yang menyangkut agar likuditas ini tidak terlalu ketat dan tidak terlalu membebani cost of fund (beban biaya perbankan) kita," ujar Maryono di Menara Bank BTN, Jalan Gadjahmada No.1, Jakarta Pusat, Kamis, 13 September 2018.

Menurutnya, penurunan GWM mampu membuat beban biaya perbankan menjadi lebih efektif. Di sisi lain, Maryono juga meminta Bank Sentral untuk mempermudah pinjaman antarbank.

"Permudah pinjaman antarbank, kemudian likuidtas dari ekspor, dan sebagainya. Ini bisa kita gunakan sebagai sumber pendanaan kita," pungkas Maryono.

GWM merupakan ketentuan Bank Sentral yang mewajibkan bank-bank untuk memelihara sejumlah alat-alat likuid sebesar persentase tertentu dari kewajiban lancarnya. Semakin kecil persentase GWM, maka semakin besar kemampuan bank memanfaatkan likuiditasnya untuk memberikan pinjaman dalam jumlah yang lebih besar.

Bila BI menurunkan GWM, maka daya ekspansi kredit bank umum akan meningkat, sehingga jumlah uang beredar bertambah. Adapun saat ini BI mematok GWM perbankan minimal delapan persen dari total Dana Pihak Ketiga (DPK).

Sementara itu, dalam catatan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), loan to deposit ratio (LDR) bank umum sebesar 93,11 persen pada Juli 2018. Posisi tersebut meningkat bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya pada tingkat 92,13 persen.

LDR merupakan parameter untuk melihat ketersediaan dana (likuiditas) bank untuk memenuhi penyaluran kreditnya. Dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 17 Tahun 2015, Bank Sentral mengatur batas bawah LDR sebesar 78 persen dan batas atas pada tingkat 92 persen.




(SAW)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id