Bitcoin. AFP/KAREN BLEIER.
Bitcoin. AFP/KAREN BLEIER.

Mana Lebih Menarik, Saham atau Mata Uang Digital?

Ekonomi bitcoin saham investasi
Arif Wicaksono • 21 Januari 2018 12:51
Jakarta: Perkembangan saham dan mata uang digital atau cryptocurrency menjadi pilihan menarik di tengah rendahnya suku bunga yang terjadi di beberapa negara.
 
Di Jepang misalnya mata uang bitcoin menjadi pilihan untuk berinvestasi sekaligus untuk transaksi perdagangan. Rendahnya suku bunga di Jepang membuat berinvestasi di mata uang digital itu menjadi pilihan alternatif selain saham.
 
Kenaikan bitcoin juga cukup tajam. Dari data Coindesk.com, tampak bahwa harga Bitcoin pada awal Januari 2017 mencapai USD997 per keping dan naik sebesar 1.290 persen dengan menjadi USD13.860 per keping pada akhir tahun lalu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kenaikannya jelas lebih tinggi jika dibandingkan dengan kenaikan IHSG pada akhir tahun lalu mencapai 6.355 atau naik sebesar 18,85 persen dari perdagangan awal 2017 yang mencapai 5.347. Kenaikan IHSG juga tak selaras dengan kenaikan saham emiten dalam perdagangan bursa karena setiap emiten memiliki kondisi fundamental dan teknikal yang berbeda. Bisa lebih tinggi atau lebih rendah.
 
Mengenai hal ini Perencana Keuangan Ryan Filbert menegaskan bahwa cryptocurrency adalah jenis mata uang baru yang belum diatur regulator. Hal ini yang membuat investasi itu menjadi sangat berisiko.
 
"Memang benar cryptocurrency menghasilkan keuntungan sangat besar tahun kemarin. Namun tanpa ada regulasi yang jelas maka akan hanya berlaku hukum permintaan dan penawaran," jelas dia kepada Medcom.id, Minggu, 21 Januari 2018.
 
Dia mengatakan apabila ingin berinvestasi cryptocurrency masuklah dalam produk yang sudah memilki banyak pengguna besar seperti Bitcoin, Bitcoin cash, ethereum, etheruetclassic, ripple atau dash. Itu pun harus melakukan diversifikasi dengan produk investasi lainnya.
 
"Seorang investor pemula boleh saja masuk ke cryptocurrency tapi jangan lupa bahwa perlu diversifikasi," kata dia.
 
Selain itu investasi di mata uang digital sebagaimana diusulkan masuk dalam bursa berjangka memang mengandung unsur spekulasi karena pembeli akan melakukan transaksi spot dalam jangka waktu tertentu yang membuatnya berbeda ketika membeli emas atau saham yang bisa sewaktu-waktu dijual. Namun jika beruntung tentu itu bisa jadi alat untuk menambah pundi-pundi pendapatan.
 
"Kalau beli perdagangan forex Komoditi dan lainnya itu tujuannya adalah hedging, dan spekulasi, jadi bukan investasi," kata dia.
 
Ryan mengingatkan bahwa yang perlu dipahami adalah tujuan dari investasi. Investasi adalah sarana untuk mencapai tujuan bukan instrumen di atas investasi.
 


 
"Banyak orang fokus kepada instrumen investasi tapi sebenarnya tidak tahu untuk apa mereka berinvestasi dan Berapa besarnya yang mereka harus investasikan uangnya sehingga investasi yang ngasal," pungkas dia.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif