Emiten Inocycle Technology Group Tbk dan PT Arkha Jayanti Persada Tbk saat melantai di BEI. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
Emiten Inocycle Technology Group Tbk dan PT Arkha Jayanti Persada Tbk saat melantai di BEI. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Perdana Melantai di Bursa, Harga Saham Dua Emiten Meroket

Ekonomi emiten ipo
Annisa ayu artanti • 10 Juli 2019 09:56
Jakarta: Harga saham dua emiten pendatang baru Bursa Efek Indonesia (BEI) langsung melejit. Harga saham PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) dan PT Arkha Jayanti Persada Tbk (ARKA) masing-masing naik 49,6 persen dan 50 persen dari harga penawaran.
 
Berdasarkan pantauan Medcom.id, Rabu, 10 Juli 2019, saat perdana listing di BEI, saham INOV naik 124 poin dari harga penawaran Rp250 per saham menjadi Rp374 per saham dengan frekuensi transkasi sebanyak dua kali dan volume 40 lot. Untuk sementara, dana yang terhimpun sebanyak Rp1,5 juta.
 
Sementara saham ARKA naik 50 persen dari harga penawaran Rp236 per saham menjadi Rp354 per saham. Saham perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan, service, dan investasi ini ditransaksikan sebanyak tiga kali dengan volume 116 lot. Dana yang diperoleh perusahaan saat ini Rp4,11 juta.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna berpesan kepada dua perusahaan tersebut untuk bisa terus tumbuh dan memberikan nilai optimal kepada investor.
 
"Setelah IPO, pada hari ini juga kedua perusahaan meningkatkan effort dengan melakukan engagement publik meyakinkan ke publik bahwa perusahaan akan tumbuh," kata Nyoman di Gedung BEI, Jakarta, Rabu, 10 Juli 2019.
 
Direktur Utama Inocycle Technology Group Jaehyuk Choi menambahkan perusahaan akan berusaha menjadi emiten yang transparan dan akuntabel kepada publik.Adapun mengenai dana dari hasil penawaran umum perdana saham (IPO) ini akan digunakan untuk pengembangan bisnis perusahaan.
 
"Menjadi perusahaan terbuka, kita mendapat fleksibiitas untuk membangun bisnis," ujar Jaehyuk Choi.
 
Di tempat yang sama, Direktur Arkha Jayanti Persada Aditya Surya Tjahjanaputra mengatakan dengan menjadi perusahaan publik perusahaan berharap bisa berkontribusi dalam industri pasar modal dan perekonomian Indonesia.
 
"Perusahaan berharap bisa memajukan industri pertambangan, infrastruktur, dan meningkatkan pasar modal Indonesia dan ekonomi Indonesia," kata Aditya.
 
ARKA akan menggunakan dana hasil aksi IPO untuk memperkuat modal kerja dan meningkatkan kapasitas produksi menjadi 70 persen.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif