Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)
Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)

Pekan Ketiga Juli, Pasar Saham Masih Merespons Positif

Ekonomi ihsg
Angga Bratadharma • 20 Juli 2019 11:01
Jakarta: Pekan ketiga di Juli 2019 data rata-rata perdagangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup positif. Hal tersebut ditandai dengan peningkatan yang paling tinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian bursa sebanyak 15,30 persen menjadi Rp9,141 triliun dibandingkan dengan posisi Rp7,928 triliun pada pekan lalu.
 
"Kenaikan tersebut juga diikuti oleh meningkatnya rata-rata frekuensi transaksi harian BEI pekan ini sebesar 7,67 persen menjadi 512.438 ribu kali transaksi dari pekan lalu 475.950 ribu kali transaksi," ungkap kata Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono, seperti dikutip dari keterangan resminya, di Jakarta, Sabtu, 20 Juli 201
 
Untuk data rata-rata volume transaksi harian BEI meningkat 3,22 persen menjadi 17,390 miliar unit saham dibandingkan dengan 16,848 miliar unit saham pada pekan sebelumnya. Senada dengan volume transaksi harian, nilai kapitalisasi pasar meningkat sebesar 1,38 persen menjadi Rp7.402,429 triliun dari Rp7.301,889 triliun pada penutupan pekan lalu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara untuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini menunjukkan peningkatan sebanyak 1,31 persen pada posisi 6.456,539 dari 6.373,345 pada pekan sebelumnya. Sepanjang 2019, investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp71,336 triliun dan investor asing pada Jumat kemarin mencatatkan jual bersih sebesar Rp849,85 miliar.
 
Pada Senin 15 Juli, perdagangan di BEI dibuka oleh PT AIQQON Triarta Mas yang dilaksanakan dalam rangka Sinergi AIQQON dan Koperasi Karyawan IDX untuk sukseskan Gerakan Nasional Non Tunai dan UMKM Go Digital di Main Hall BEI. Kemudian pada hari berikutnya, yaitu Selasa 16 Juli, Perdagangan di BEI dibuka oleh Thailand Securities Depository (TSD).
 
Pada hari yang sama pula, diselenggarakan kegiatan OJK Watch dengan topik 'Mencari Format Fintech yang Ramah Konsumen'. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mencari bentuk mitigasi terhadap layanan financial technology (fintech) karena pada praktiknya masih ada perusahaan fintech yang belum memiliki izin serta masih adanya kecenderungan kekerasan finansial.
 
Dengan diadakannya seminar tersebut, diharapkan teknologi keuangan dapat bertumbuh secara sehat, meyakinkan secara bisnis, dan bermanfaat dari sisi peminjam maupun pemberi pinjaman. Pada Jumat 19 Juli, perdagangan di BEI dibuka oleh PT Principal Asset Management dalam rangka Launching Product Principal Philanthropy Social Impact Bond Fund.
 
Produk tersebut merupakan solusi yang inovatif dan kolaboratif yang berfokus pada area sosial yang ditargetkan dalam Sustainable Development Goals (SDGs) karena dengan produk tersebut investor dapat mendonasikan imbal hasil investasi untuk membantu keuangan berbagai sektor proyek kemanusiaan.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif