Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)
Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)

IHSG Berpotensi Ramaikan Pasar Lelang Obligasi

Ekonomi ihsg
Angga Bratadharma • 04 Januari 2019 09:32
Jakarta: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di mana Dow Jones turun 2,8 persen dengan saham Apple turun sangat tajam. Penurunan Apple disebabkan oleh proyeksi kinerja pendapatan kuartal I-2019 yang kemungkinan di bawah estimasi konsensus.
 
Apple beralasan penurunan kinerja dipicu oleh menurunnya perekonomian Tiongkok dan berakibat munculnya sentimen negatif untuk emiten yang memiliki usaha di Tiongkok. Sedangkan Caterpillar dan Boeing turun empat persen. Dari data ekonomi, data sektor manufaktur AS di Desember tercatat di bawah ekspektasi ke 54,1 (konsensus 57,9).
 
"Kedua fakta tersebut membawa sinyal pelemahan ekonomi terjadi di kedua negara yang sedang terlibat perang dagang yakni antara AS dan Tiongkok," sebut Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 4 Januari 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Samuel Research Team memperkirakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat mengikuti ramainya pasar lelang obligasi kemarin dengan bid to cover ratio yang mencapai 3,68 kali. Mengindikasikan investor optimistis dengan perekonomian dan pasar modal Indonesia di tengah sentimen pelemahan ekonomi global.
 
"Nilai tukar rupiah ditranskasikan menguat ke Rp14.343 dibandingkan hari sebelumnya, begitupula dengan indeks saham syariah, sedangkan EIDO melemah," ungkap Samuel Research Team.
 
Dari pasar komoditas, harga minyak Brent tercatat naik 1,7 persen ke USD55,8 per barel dengan rencana pemotongan produksi OPEC dan aliansi akan mulai efektif di Januari ini. Namun, penguatan harga minyak tersebut dibayangi oleh potensi penurunan permintaan akibat pelambatan eknomi global.
 
Di sisi lain, harga emas tercatat kembali menguat ke level tertinggi dalam 6,5 bulan terakhir ke USD1.297 per toz. Kenaikan harga emas dipicu oleh kekhawatiran melemahnya instrumen investasi di tengah kekisruhan perang dagang serta menguatnya data gaji swasta AS dalam dua tahun terakhir.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif