Ekspansi Bisnis, Mega Perintis Siap Lepas 230 Juta Saham

Ilham wibowo 19 November 2018 13:13 WIB
ipo
Ekspansi Bisnis, Mega Perintis Siap Lepas 230 Juta Saham
Jajaran direksi Mega Perintis. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Jakarta: Perusahaan ritel fesyen dan aksesoris khusus pria, PT Mega Perintis, bakal menggelar Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO). Modal yang didapat rencananya digunakan untuk pengembangan gerai Manzone.

Direktur Utama PT Mega Perintis FX Afat Adinata Nursalim mengatakan gerai Manzone merupakan penyedia pakaian dan aksesoris pria untuk kebutuhan dasar sampai dengan feysen mulai dari remaja sampai dengan dewasa. Penjualan yang tersebar di seluruh kota besar ini punya penawaran fesyen merek lokal seperti MOC dan Men's Top melalui jaringan distribusi pada 573 gerai.

"IPO ini adalah ekspansi pengembangan Manzone dan MOC, kami akan ekspansi 20 toko baru," ujar Afat dalam paparan publik perusahaan di Thamrin Nine, Jakarta, Selasa, 19 November 2018.

Rencananya perusahaan bakal melepas sebanyak-banyaknya 230 juta lembar saham. Besaran saham itu setara dengan 27,71 persen dari modal disetor dan ditempatkan perseroan. Adapun kisaran harga Rp250-Rp300 per lembar saham dengan target modal Rp57,5 miliar-Rp69 miliar.

"Langkah perusahaan masuk Bursa Efek Indonesia melalui IPO ini adalah bagian dari strategi meningkatkan kapasitas pendanaan perusahaan dan tata kelola untuk lebih baik lagi," ungkapnya.

Kinerja perusahaan sampai Juni 2018 masih mencatatkan pertumbuhan secara berkesinambungan. Afat optimistis dengan prospek bisnis yang dijalankan perseroan. Apalagi, kata dia, ada indikasi optimisme dari konsumen hingga kini terus meningkat atau terus menunjukkan tren menguat yang tercermin pada Indeks Keyakinan Konsumen di level optimistis.

"Meningkatnya keyakinan konsumen ini juga didorong oleh membaiknya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi terhadap kondisi ekonomi ke depan," bebernya.

Sementara itu, Direktur Keuangan PT Mega Perintis Luki Rusli menjelaskan penjualan netto Mega Perintis hingga Juni 2018 mencapai Rp254,91 miliar, dengan laba bersih Rp29,03 miliar. Penjualan semester I-2018 naik sebesar 14 persen secara year on year dari 30 Juni 2017 sebesar Rp223,39 miliar.

"Pada akhir 2017, perseroan berhasil mencetak pendapatan Rp397,67 miliar, atau naik 17,8 persen dari 2016 sebesar Rp337,37 miliar. Laba bersih pada 2017 juga mengalami kenaikan sebanyak 11 persen menjadi Rp30,60 miliar dari laba 2016 sebesar Rp27,69 miliar," paparnya.

Perusahaan yang memulai bisnis garmen sejak 1999 ini menunjuk PT Lotus Andalan Sekuritas (LOTS) menjadi Penjamin Pelaksana Emisi Efek. Diharapkan target pengembangan bisnis perusahaan bisa tercapai sesuai roadmap.

Presiden Direktur LOTS Wientoro Prasetyo memaparkan dana yang ingin diraih perseroan dari aksi korporasi IPO ini sekitar 43 persen untuk penambahan modal kerja dan sekitar 31 persen untuk pengembangan usaha melalui penambahan jumlah outlet atau gerai baru. Kemudian sekitar 26 persen dana akan digunakan perseroan untuk pengembalian fasilitas Short Term Loan (STL) seasonal dari salah satu institusi perbankan.

"Dari jumlah IPO yang ditawarkan, Perseroan juga mengalokasikan sebanyak-banyaknya sebesar 10 persen untuk karyawan melalui program Employee Stock Allocation (ESA) guna meningkatkan rasa kepemilikan terhadap perusahaan," tandasnya.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id