Pasar Saham Positif Usai Penundaan Tarif AS-Tiongkok
Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti)
Jakarta: Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menilai meredanya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok membuat kondisi ekonomi global menjadi stabil. Bahkan, pasar saham diprediksi bergerak positif usai penundaan tarif antara dua negara ekonomi raksasa tersebut.

"Pasar semakin positif. Selama Tiongkok berkomitmen untuk penuhi janji mereka maka pasar masih oke," kata David, kepada Medcom.id, di Jakara, Selasa, 4 Desember 2018.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto menambahkan penundaan tarif ini sebagai angin segar bagi perekonomian global dan dapat membangkitkan optimisme pasar. "Sentimen positif setelah kedua pemimpin negara sepakat menunda tarif tentunya akan jadi angin segar dan membangkitkan optimisme pasar," ucap William.

William memproyeksikan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan terus berada di zona hijau hingga akhir tahun. "Untuk IHSG, sudah masuk tren menguat sejak awal November. Tren diprediksi bertahan sampai akhir tahun," ujar William.

Ia merekomendasikan investor untuk mencermati saham-saham di sektor properti dan perbankan seperti saham PT Alam Sutera Reality Tbk (ASRI), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), dan PT Summarecon Agung Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

"Mostly dari sektor properti dan keuangan," kata William.

Seperti diketahui, dalam jamuan makan malam di forum G20, di Buenos Aires, Argentina, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping bersepakat untuk menangguhkan pemberlakuan tarif baru dalam pusaran perang dagang antara dua negara ekonomi raksasa itu.

Berdasarkan perjanjian itu, Trump menahan rencana penaikan tarif dari 10 persen menjadi 25 persen pada awal tahun depan. Namun, beberapa komoditas asal Tiongkok senilai USD50 miliar sudah dikenai tarif 25 persen, sedangkan tarif 10 persen yang menargetkan komoditas senilai USD200 miliar tetap akan berlaku.



(ABD)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id