BEI: Parameter UMA Masih Relevan
Ilustrasi Gedung BEI. (FOTO: MI/Panca Syurkani)
Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan parameter bursa mengenai pergerakan saham emiten yang tidak wajar atau unusual market activity (UMA) masih relevan.

Direktur Pengawasan Transaksi & Kepatuhan BEI Kristian Sihar Manullang mengatakan pihak bursa selalu melakukan pengkajian rutin mengenai aturan UMA tersebut. Menurutnya, parameter penilaian UMA yang saat ini berlaku masih bisa mengindikasikan pergerakan saham emiten.

"Sejauh ini, mungkin masih relevan dan masih bisa mengindikasi saham-saham yang kenaikannya ataupun penurunannya signifikan. Atau ada transaksi yang mencurigakan. Itu kita pastikan," kata Kristian di Gedung BEI, Jakarta, Jumat, 30 November 2018.

Meskipun pergerakan saham tak wajar sering terjadi pada perusahaan yang baru mencatatkan saham perdana di bursa atau initial public offering (IPO), Kristian menegaskan pihak bursa tidak pandang bulu untuk mengawasi semua pergerakan saham-saham tersebut.

"Seperti tadi pertanyaannya apakah saham-saham baru saja atau saham lama? Ya semua kami awasi dengan cara dan metode yang sama," ungkap dia.

"Kita akan evaluasi dengan seksama dengan parameter dan tools yang kita sudah miliki," imbuh dia.

UMA adalah aktivitas perdagangan atau pergerakan harga suatu efek yang tidak wajar pada kurun waktu tertentu di pasar modal yang menurut penilaian bursa dapat berpotensi mengganggu terselenggaranya perdagangan efek yang teratur, wajar dan efisien.

BEI mencatat tahun ini sudah ada sebanyak 47 saham yang masuk dalam pengawasan karena berada dalam kategori saham UMA.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id