IHSG Diprediksi Masih Melempem
Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)
Jakarta: Bursa saham Amerika Serikat (AS) kembali melemah seiring kekhawatiran memanasnya perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok, apabila negosiasi selanjutnya tidak membuahkan hasil. Adapula kekhawatiran akan kinerja sejumlah emiten yang kurang baik.

Samuel Research Team menyebutkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,52 persen ke posisi 5.754 kemarin dengan dana asing tercatat melakukan pembelian bersih Rp150 miliar di pasar reguler. Hari ini IHSG berpeluang melanjutkan pelemahannya seiring penurunan bursa AS dan sejumlah bursa saham pagi ini.

"Rupiah cukup stabil dan saat ini diperdagangkan pada Rp15.223 per USD," sebut Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Selasa, 30 Oktober 2018.

Kinerja emiten kuartal III-2018 berpeluang mewarnai pergerakan IHSG. Hasil kinerja emiten hingga saat ini relatif bervariasi di mana bank-bank besar relatif masih sejalan dengan ekspektasi pasar. UNTR membukukan kinerja yang kuat, HMSP relatif inline, sementara TLKM agak di bawah estimasi pasar.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 245,39 poin atau 0,99 persen menjadi ditutup di 24.442,92 poin. Indeks S&P 500 merosot 17,44 poin atau 0,66 persen menjadi berakhir di 2.641.25 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 116,92 poin atau 1,63 persen, menjadi berakhir di 7.050,29 poin.

Indeks Dow Jones berayun lebih dari 900 poin selama sesi tersebut, dengan kenaikan 352 poin pada level tertinggi dan kerugian 566 poin pada level terendah. Saham Boeing jatuh 6,59 persen, memimpin kemunduran indeks di Dow Jones.

Saham-saham teknologi utama AS jatuh, menyeret Nasdaq lebih rendah. Saham Amazon dan Netflix masing-masing turun 6,33 persen dan 5,0 persen pada penutupan pasar. Saham produsen chip AS Nvidia juga merosot lebih dari 6,0 persen.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id