Illustrasi. Dok : MI/Panca Syaukarni.
Illustrasi. Dok : MI/Panca Syaukarni.

WIKA Realty Siap Lepas 25% Saham ke Bursa

Ekonomi bumn ipo wika realty
Ilham wibowo • 28 Januari 2019 15:46
Jakarta: PT Wijaya Karya Tbk disebut tengah fokus untuk mengembangkan bisnisnya di sektor properti dan perumahan di Tanah Air. Tugas sektor hilir itu dilakukan melalui PT WIKA Realty Tbk sebagai entitas anak.
 
Direktur Keuangan WIKA ANS Kosasih mengatakan WIKA Realty memiliki portofolio perumahan dan kawasan yang sangat besar dan menjanjikan di Jabodetabek.
 
Daerah strategis lainnya juga masuk dalam target pengembangan sepeti di Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, Bali, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Termasuk di dalamnya lokasi transit oriented development (TOD) yang berdekatan dengan stasiun seperti Stasiun Senen, juga Benhil yang terintegrasi dengan MRT, kawasan Pulomas yang terintegrasi dengan LRT Jakarta, serta kawasan di MT Haryono yang letaknya berdekatan dengan LRT Jabodebek,” ungkap Kosasih di WIKA Tower, Jakarta, Senin, 28 Januari 2019.
 
Komisaris Utama WIKA Realty ini meyakini perusahaan bakal terus berkembang seiring peningkatan kekuatan produk, merek serta keuangan yang dimilikinya. Pengembang yang mengusung brand Tamansari ini akan melepas 25 persen sahamnya ke lantai bursa melalui IPO yang akan diselenggarakan pada semester I-2019.
 
Pada tahun 2018 WIKA Realty berhasil mencatatkan marketing sales mecapai Rp1,4 triliun. Perusahaan menargetkan untuk bertumbuh lebih dari dua kali Iipat menjadi Rp3,1 triliun di 2019.
 
"WIKA Realty akan menjadi andalan bagi WIKA untuk mengembangkan bisnisnya di sektor perumahan dan pengembangan kawasan, oleh sebab itu, kami yakin dukungan dari para investor saat IPO nanti akan semakin mendongkrak kinerja WIKA Realty di masa depan," ucap Kosasih.
 
Kinerja perusahaan juga bakal terdorong usai induk usaha melepas label Persero dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Keputusan ini merupakan Iangkah awal untuk masuk dalam holding perumahan dan pengembangan kawasan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif